Kalau seorang raja memerintah dengan adil dan benar sehingga kehidupan seluruh rakyatnya berubah menjadi senang-sentaosa; tidak lagi susah-sengsara maka dua hal yang segera terlintas dalam pikiran rakyatnya adalah: Pertama, mereka akan memuji dan mengagungkan sang raja dengan penuh semarak. Kedua, mereka berharap agar keadaan sejahtera itu tetap berlangsung di negeri selamanya. Hal-hal yang dulu, seperti ketidak-adilan dan kejahatan jangan sampai terjadi lagi; itu artinya, raja harus tetap pada komitmennya untuk selalu memerintah dengan adil dan benar serta mengutamakan kesejahteraan seluruh rakyat.
Dua hal ini juga tampak menjadi harapan bagsa Israel ketika mereka mengalami kehidupan baru di Sion di bawah pemerintahan raja yang adil dan benar. Oleh karena itu, Tuhan melalui Yesaya menyampaikan kepada seluruh rakyat, khusus orang-orang benar, jujur dan adil, yang tetap diam di negeri bahwa semua harapan mereka akan dipenuhi.
Sebagai warga bangsa kita juga berharap agar pemerintah dan kabinet yang baru dapat melakukan keadilan dan kebenaran serta mengutamakan kesejahteraan seluruh rakyat dalam pemerintahannya. Itu artinya, orang-orang yang berlaku tidak adil dan tidak benar harus ditindak, sedangkan orang-orang benar, adil dan jujur harus dilindungi. Dengan begitu pemerintah akan tampil bersemarak di hadapan rakyatnya, dan negeri ini akan aman, damai dan sejahtera selamanya.
Sebagai orang beriman, kita pun yakin bahwa Tuhan Yesus adalah Raja. Dia akan datang, dan kita akan memandang Dia di dalam semarak-Nya. Dia datang untuk membuat hidup kita, dan bahkan bumi ini kembali aman, tenteram, damai dan sejahtera. Jika di sana-sini terdengar berbagai bencana melanda kehidupan bangsa, itu artinya Tuhan Yesus, Raja alam semesta, sedang menegur pemerintah karena mengabaikan kesejahteraan seluruh rakyat dan tidak melakukan keadilan dan kebenaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar