Masa penantian Elisabeth untuk terbebas rasa sedih dan tersingkir karena dianggap tidak bisa melahirkan pun berakhir. Bagi Zakharia, suaminya, itulah juga masa untuk terbebas dari kebisuannya. Genap waktunya, Elisabeth akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki sesuai janji Tuhan. Kelahiran anak ini merupakan tanda ajaib dan sukacita bagi kedua orangtuanya, juga sanak keluarga serta para tetangga.
Mereka yang tadinya mengasingkan Elisabeth, ketika mendengar bahwa ia telah melahirkan, langsung datang untuk bersukacita bersamanya. Bukan cuma itu, ketika tiba hari penyunatan dan pemberian nama, mereka juga ingin mewakili Zakharia untuk memberikan nama kepada anak itu, dan mereka mengusulkan nama Zakharia. Elisabeth mulai angkat bicara. Ia keberatan dengan nama yang diusulkan karena ia memahami pangkal kebisuan suaminya, yaitu bahwa anak itu harus diberi nama Yohanes. Kontroversi soal nama akhirnya diputuskan oleh Zakharia yang bisu, dan ia pun menulis nama ‘Yohanes' sesuai yang diusulkan isterinya dan diucapakan malaikat kepadanya. Seketika itu juga kebisuan Zakharia lenyap.
Peristiwa itu menggemparkan seluruh Yudea. Mereka pun merenung dan bertanya, menjadi apa anak ini kelak? Jawabnya, menjadi seperti yang Tuhan mau; bukan yang kita mau. Yohanes terus bertumbuh dalam lindungan tangan Tuhan yang menyertai dan mempersiapkan untuk menjadi Pembuka Jalan bagi Sang Juruselamat, yakni Yesus.
Minggu Adventus IV dan terakhir ini sekaligus menjadi tanda bahwa masa penantian kita pun segera berakhir. Hari kelahiran Yesus Kristus segera kita jelang. Ini artinya bahwa segala yang selama ini menyedihkan dan membisukan kita akan segera lenyap dan digantikan dengan sukacita karena Yesus Kristus yang kita ingat-rayakan kelahiranNya, juga berkenan lahir di hati dan rumah tangga kita. Percayalah akan hal itu.
Damai dan Sukacita Natal diberikan Tuhan bagi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar