30 Desember 2009

ALLAH MENUNTUN KITA KE TEMPAT YANG AMAN

Bacaan dari kitab Matius 2: 19 – 23

Sama seperti ketika malaikat Tuhan memerintahkan Yusuf untuk menyingkir ke Mesir, demikianlah Allah terus bekerja untuk Yusuf dan keluarganya. Herodes telah mangkat dan situasi telah aman, maka dengan cara yang sama pula Yusuf dibimbing untuk kembali ke Israel dan menetap di Nazareth. Dari kota inilah kemudian nama Yesus selalu dikaitkan sebagai orang dari Nazareth yang berbicara di depan umum pertama kali di Galilea. Namun demikian, masih ada keraguan Yusuf karena Arkhelaus anak Herodes yang memerintah di Yudea, Samaria dan Idumea.

Kekuatiran ini cukup beralasan karena sampai menjelang ajalnya pun Herodes masih memerintah pembantaian atas tokoh-tokoh Yahudi. Dalam penderitaan dan pelarian Yusuf ke Mesir, ia selalu taat dan mendengar perintah Tuhan. Sesungguhnya Yusuf mempunyai alasan untuk memprotes perintah Tuhan. Bukankah bayi Yesus yang akan diselamatkan ini adalah Juruselamat? Mengapa justru Juruselamat harus diselamatkan dengan cara melarikan diri? Jika di masa lalu Allah yang punya kuasa ini selalu mengalahkan musuhnya secara spektakuler, mengapa justru sekarang harus mempergunakan cara yang lemah yaitu "lari"? Alasan-alasan ini logis, tetapi Yusuf tidak mau mempergunakannya. Ia hanya tunduk dan taat pada perintah Tuhan. Ketaatan seperti ini yang kemudian ditunjukkan Yesus kepada Bapa-Nya. Ia rela taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib!

Dalam kehidupan, kita sering diuji dalam soal ketaatan kepada Tuhan. Ketika membutuhkan pertolongan, kita tidak bisa mendikte Tuhan. Dia-lah yang harus memutuskan, bukan kita. Ketaatan yang sejati disertai dengan ketekunan. Bertekunlah mempelajari Firman Tuhan. Bertekunlah juga dalam doa dan ucapan syukur. Sudahkah kita lakukan semuanya ini ? Mari lakukan sekarang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar