Raja Ahaz menolak nasihat Yesaya untuk bergantung kepada Allah, ketika ia harus berhadapan dengan serangan koalisi raja Israel dan Aram. Raja Ahaz justru berpaling meminta bantuan Asyur. Asyur memang membantu dia. Namun Asyur segera menjadi "pisau cukur" yang tajam (ayat 20) di tangan Allah, untuk mencukur habis umatNya yang memberontak, sombong dan merasa diri kuat. Akibat lainnya adalah tanah yang gersang, akan ditumbuhi putri malu dan rumput sehingga yang menjadi sumber makanan mereka hanyalah ternak dan lebah.
Hal yang demikian ini amat menyedihkan. Siapapun di dunia ini yang menolak Allah, pasti akan menerima akibat penolakannya itu. Allah adalah sumber kehidupan yang kita andalkan. Ketika kita berpaling kepada manusia atau apa saja yang kita andalkan dan membelakangi Allah, kita akan kehilangan berkatNya. Pada awalnya mungkin kita merasa berhasil, tetapi keberhasilan di luar Tuhan adalah semu-suatu saat akan menggerogoti ("mencukur") habis kehidupan kita.
Pada masa sekarang ketika manusia semakin mengalami berbagai kemajuan di segala bidang kehidupan, kita harus waspada terhadap kecenderungan manusia modern yang lebih mengandalkan kekuatan manusia daripada mengandalkan Tuhan. Manusia berpikir: "aku kan bisa tanpa Tuhan. Buktinya aku lebih sukses daripada orang-orang yang siang malam berdoa dan membaca FirmanNya.' Hati-hati dengan pemahaman yang demikian. Yesus pernah berkata: Apa untungnya memperoleh seluruh dunia kalau jiwa kita binasa. Tidak ada sesuatu yang ada pada kita yang berasal dari diri kita. Semuanya adalah pemberian Tuhan, yang Ia titipkan agar kita memuliakan namaNya (Rm.11:36). Di mingu-minggu Advent ini kita diingatkan agar selalu mengandalkan Allah saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar