Dalam perjanjian Tuhan dengan Israel atau Yehuda, seperti telah dikatakan, bahwa Israel atauYehuda berulang-ulang selalu memilih jalan sendiri mengikuti keinginan hatinya dan tidak setia kepada Tuhan dan mengikuti jalan Tuhan. Akibatnya, hubungan perjanjian menjadi rusak. Dan dengan rusaknya perjanjian itu maka terancamlah seluruh kehidupan Israel atau Yehuda; bukan saja manusianya, tetapi kota dan lingkungan alamnya. Kenyataannya bahwa meskipun Israel atau Yehuda tidak setia, Tuhan senantiasa setia memelihara perjanjian itu, sehingga selalu ada harapan bagi Israel atau Yehuda. Dalam hal ini Tuhan itu adil karena Ia tidak pernah meninggalkan janjinya untuk memelihara perjanjian dengan Israel atau Yehuda. Keadilan Tuhan sekaligus menghadirkan kebaikan-Nya untuk memenuhi kehidupan Israel atau Yehuda sehingga damai sejahtera merata ke mana-mana.
Dalam sejarah Israel atau Yehuda, pada zamannya, raja Daudlah yang paling memperlihatkan suasana damai sejahtera dan keadilan itu. Karena itu Tuhan berjanji akan memenuhi janjinya dan menjadikan kehidupan bersama itu dipenuhi keadilannya sehingga mengalami damai dan sejahtera.
Kita mendengar janji Tuhan ini di masa Natal sekarang ini. Keadaan kita memang sama sekali tidak baik, karena banyak kesalahan yang telah kita lakukan. Tetapi kita sukar untuk melihat dan mengakui kesalahan-kesalahan itu, bahkan menyangkalanya. Nah, semakin kita menyangkali kesalahan kita, semakin buruklah keadaan kita.
Sebagai gereja Tuhan kita mengetahui semuanya itu. Karena itu, mari kita membuka diri dan mengakui segala kesalahan kita agar kita boleh hidup lagi dari janji Tuhan, yakni hidup dalam damai sejahtera; bukan putus asa. Sebab janji Tuhan, pasti!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar