Sebuah pohon pada umunya memiliki akar yang dalamnya kira-kira setinggi pohon tersebut di atas permukaan tanah. Akar inilah yang menunjang pohon tersebut untuk berdiri kokoh. Sebagaimana pada tajuknya ada banyak cabang-cabang, demikian pula di dalam tanah pun terdapat cabang-cabang dari akar tersebut untuk menjaga kestabilan hidup atau sebagai penopang. Bila ada badai, pohon mungkin hanya akan miring karena ditopang oleh sistem perakaran yang baik.
Demikianlah halnya orang-orang benar yang hidupnya bergantung kepada Allah, ia memiliki akar yang kuat. Topangan akar ini akan memberikan perlindungan sehingga tidak mudah jatuh atau roboh. Ketika seseorang baru lahir maka ia berada dalam "ketergantungan" kepada orang lain. Ia bertumbuh menjadi dewasa dan menjadi "mandiri". Dalam kaitan dengan sesama dan lingkungan maka ia akan berada dalam "kesaling-tergantungan". Selanjutnya pada masa tua, kembali ia akan "bergantung" pada pertolongan atau bantuan orang lain. Ini adalah suatu siklus hidup yang akan dialami setiap orang. Bila ia tidak mempersiapkan diri dengan baik maka ia mudah goyah. Kehidupan yang stabil dapat dimulai dari kesehatan yang baik, kepemilikan sumberdaya yang "cukup" serta hidup dalam pola yang teratur dan tidak serakah. Jika hal ini berjalan baik maka ia akan memasuki masa tua dengan sehat atau lebih baik. Ia akan tenang jika anak-anak cucunya berhasil dan melihat mereka berada dalam damai sejahtera. Ini baru kebahagiaan lahir.
Bagaimana dengan kehidupan spiritualnya? Ia harus berada dalam jalan Tuhan. Bersandar dan berserah diri kepada Tuhan serta taat pada perintah-perintahnya. Sekalipun ada gelombang hidup, ia tidak akan jatuh tergeletak, karena tangan Tuhan yang kokoh senantiasa menopang. Sudahkah kita siap memasuki hari-hari baru di tahun 2010 yang belum kita ketahui?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar