Sebelum kita merenungkan bacaan malam ini, cobalah mengambil kertas dan tuliskanlah tahun usia kita, pergumulan yang telah kita lewati dan bagaimana Tuhan menyatakan kasih setia-Nya dalam hidup kita?
Mazmur bacaan kita merupakan doa pemazmur yang amat pribadi, ketika berada dalam pergumulan dan tantangan karena kesusahan, musuh, penyakit dan aliensi. Dalam keadaan seperti itu, pemazmur berpaling kepada Allah.
Kepercayaannya bertambah dalam ketika ia mengingat campur tangan Allah. Jika ia mengingat semua pergumulannya, dirasakan sangat menyakiti hati. Tetapi ketika ia melihat kepada Allah dengan kepercayaan yang diperbaharui terus menerus, ia bahkan mampu memberi semangat kepada orang lain. Seperti pemazmur, kita pun hidup di tengah kenyataan bahwa ada berbagai pergumulan dan tantangan, misalnya: kesusahan, kejahatan, dikhianati/ditinggalkan teman atau orang yang kita kasihi. Apakah yang harus kita lakukan menghadapi kenyataan itu? Berpaling kepada Allah dan berdoalah. Ia bersedia mendengar doa kita, asalkan kita selalu berada dalam persekutuan dengan Dia (Yoh.15:7).
Kalau kita ingat campur tangan Allah dalam hidup kita selama ini, seharusnya kepercayaan kita juga semakin kokoh. Kebaikan dan kasih Tuhan tak pernah dan tidak akan pernah berubah! Hal ini harus dihayati, diyakini dan diperbaharui. Penghayatan iman seperti ini akan menjadikan kita kuat, sehingga kita pun mampu menguatkan orang lain, yang dalam pergumulan berat. Orang yang berharap kepada Tuhan tidak dibiarkanNya. Masa Advent mengingatkan kita akan kasih Allah. Dalam pergumulan yang menyakitkan sekalipun, marilah kita berpaling kepadaNya, menghayati kasihNya, sehingga kita tetap kuat dan mampu menguatkan orang lain juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar