09 Oktober 2010

MINTALAH PERTOLONGAN PADA TUHAN

2 Samuel 15 : 30-34

Setiap orang pasti menghadapi persoalan hidup. Sudah menjadi kebiasaan kalau orang menghadapi persoalan hidup, baru datang pada Tuhan. Alasannya, Tuhan sanggup membebaskan persoalan hidup. Setiap hari sudah sepatutnya setiap orang berdoa meminta pertolongan Tuhan, tidak perlu menunggu ada persoalan hidup dulu.
 
Dalam kaitan ini Daud dikejar-kejar oleh kejahatan Absalom yang ingin menduduki Yerusalem. Ia menyingkir ke padang gurun untuk menghindari kejahatan Absalom. Sekalipun Daud harus berjalan mendaki perbukitan dan menyeberangi sungai, namun sebagai raja, Daud berdoa pada Tuhan: "Kiranya Tuhan menggagalkan persekongkolan jahat Absalom dan Ahitofel." Tuhan tidak berdiam diri, dibawanyalah Husai bersama-sama dengan Daud. Sekalipun Daud dengan Husai harus menghadapi persoalan hidup yang diakibatkan oleh kejahatan Absalom dengan Ahitofel.
 
Bila kita menghadapi persoalan hidup, bawalah dalam doa kepada Tuhan. Dengan harapan agar Tuhan membebaskan persoalan hidup kita. Sebagaimana Daud dalam doanya meminta pertolongan Tuhan, yakni membebaskan Daud dari tangan Absalom dan Ahitofel. Apalagi bila Absalom dan Ahitofel akan masuk ke Yerusalem. Oleh sebab itu ketika berhadapan dengan persoalan hidup, sebagai umat Tuhan kita perlu menciptakan kebaikan dalam hidup bersama. Sesungguhnya bukan kejahatan, melainkan kebaikanlah yang harus ditumbuh-kembangkan dalam hidup bersama. Supaya kebaikan menjadi dasar bagi setiap upaya rancang bangun kehidupan bergereja, memasuki masa depan yang lebih baik. Demikianlah, kita sebagai umat-Nya hendaknya menaikkan doa minta pertolongan kepada Tuhan, agar Dia membebaskan segala persoalan hidup ini.

08 Oktober 2010

KUASA KRISTUS MENGALAHKAN KUASA DUNIA

Kisah Rasul 8 : 9-13


Ibadah merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan orang Israel. Mereka dipanggil untuk mewujudkannya dalam ketaatan dan penuh hormat kepada Allah. Akan tetapi apakah dalam kenyataan hidup, mereka telah menunjukkannya? Stefanus mengatakan bahwa orang Israel telah menyimpang dari ibadah yang benar kepada Allah. DI Samaria justru perkembangan agama menjadi lain. Unsur-unsur agama Yahudi telah bercampur dengan agama kafir. Walaupun demikian ada juga orang yang menantikan Mesias sebagaimana yang dijanjikan bagi mereka.

Simon si tukang sihir menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan dirinya sebagai pembebas. Hal itu diperkuat dengan tanda-tanda yang dilakukannya. Apalgi dengan apa yang dibuatnya itu banyak orang bisa menerimanya bahkan menganggapnya memiliki kuasa Allah. Akan tetapi suatu perubahan besar terjadi dengan kehadiran Filipus yang membawa Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang Yesus Kristus, Sang pembebas sejati. Bahwa Kerajaan Allah mencerminkan pemerintahan Allah sebagai pencipta langit dan bumi. Bahwa Yesus Kristus datang sebagai pembebas yang membebaskan manusia dari pembrontakan terhadap kerajaan Allah.

Jalan menuju kepada pertobatan terletak pada pengakuan orang untuk menerima Yesus Kristus. Oleh kasih karunia Allah, pemberitaan Filipus itu telah memikat banyak orang termasuk Simon si Tukang sihir itu.
Pergumulan hidup yang dihadapi terkadang membuat kita mendua hati. Akhirnya kita berada pada jalan yang salah. 

Ingatlah Kristus berkuasa menglahkan kuasa dunia ini. Renungkan kembali kemurnian ibadah saudara apakah saudara taat ataukah menyimpang dari kehendakNya?

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

26 Maret 2010

3 RAHASIA MENJADI PRAJURIT ALLAH YANG TANGGUH


“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” (2 Timotius 2:3)
Menjadi pengikut Kristus merupakan suatu panggilan yang begitu indah, karena kita tidak hanya menjadi jemaatNya yang hadir setiap ibadah hari Minggu saja, tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh untuk menghadapi berbagai macam peperangan rohani dalam kehidupan kita.
Dalam Efesus 6:12 jelas sekali dikatakan bahwa hidup kita tidak hanya hidup secara jasmani saja (darah dan daging) tetapi hidup secara rohani dimana ada roh-roh jahat yang harus dilawan dan dipatahkan pekerjaannya yaitu dengan kuasa darah Yesus. Iblis selalu menjalankan siasat jahatnya melalui berbagai macam masalah dan cobaan bahkan melalui kenikmatan dunia untuk dapat menjatuhkan umat Tuhan. Tanpa ada perlawanan dari umat Tuhan, maka umatNya akan terseret jatuh dalam dosa.
Oleh karena itu kita harus menjadi prajurit Yesus yang tangguh agar dapat memenangkan pertempuran rohani ini. Tentunya ada harga yang harus dibayar untuk menjadi prajurit yang tangguh. Harus ada usaha yang kuat dan tindakan yang harus kita jalankan agar dapat menjadi prajurit yang baik.
Berikut 3 rahasia untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh:
1. Fokus Kepada Tuhan
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Tim 2:4)
Prajurit yang berjuang memfokuskan dirinya kepada peperangan yang sedang dihadapinya. Dia tidak boleh kehilangan fokus pada saat peperangan, karena begitu kehilangan fokus sesaat saja, maka dia bisa kehilangan nyawanya dan merugikan seluruh pasukan. Apa yang diperintahkan oleh komandannya akan dijalankannya dengan sepenuh hati tanpa pertanyaan ataupun keraguan sedikitpun. Prajurit akan fokus kepada perintah dan misi yang sedang dijalankan hingga misi itu dapat berhasil.
Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, kita harus bisa memfokuskan diri kita kepada Tuhan dengan menyingkirkan segala keraguan, ketakutan, kekuatiran dan segala pertanyaan yang muncul dalam diri kita. Tuhan kita adalah komandan yang tahu persis tujuan dari perintah yang diberikan kepada kita. Dia tidak akan menjerumuskan kita dengan perintah-perintah yang diberikan-Nya bagi kita.
Ketika kita fokus untuk melakukan segala perintah-Nya dan percaya kepadaNya dengan segenap hati kita, maka kita akan dapat menyelesaikan ‘misi’ yang Tuhan sedang berikan bagi kita. Kita dapat menyelesaikan segala masalah yang kita hadapi.
Ketika kita mulai kuatir dengan kebenaran dari Firman-Nya dan segala janji Tuhan bagi kita, maka musuh (si iblis) akan dapat dengan mudah mengalahkan kita dengan berbagai masalah yang menekan kita, sehingga kita tidak bisa mendapat jalan keluar dari masalah yang kita hadapi.
Hiduplah dalam kebenaran dan berkenan kepada Tuhan, maka kita akan menjadi prajurit yang baik di hadapan-Nya.
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” (Maz 26:3)

2. Disiplin
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” (2 Tim 2:5)
Olahragawan tidak akan memperoleh mahkota sebagai juara jika dia tidak berlatih dengan sungguh-sungguh. Jika dia bermalas-malasan dalam berlatih, hari ini berlatih, besok tidak berlatih, kemudian hari berikutnya berlatih dan hari berikutnya lagi tidak berlatih, maka dia tidak akan menjadi juara. Tingkat kompetisi dalam suatu perlombaan atau pertandingan atau kejuaraan sangatlah tinggi. Semakin bergengsi suatu event pertandingan, maka semakin tinggi pula tingkat kompetisi yang ada. Dan tentunya intensitas latihan yang harus dilakukan juga harus lebih tinggi lagi. Untuk itu diperlukan yang disebut dengan kedisiplinan.
Kedisiplinan dalam berlatih akan memacu keterampilan dan kekuatan sang olahragawan sehingga dapat bersaing dengan ketat pada saat pertandingan. Kedisiplinan dalam berlatih juga akan meningkatkan stamina dalam bertanding.
Hal ini serupa dalam kerohanian. Kedisiplinan secara rohani juga sangat mutlak diperlukan agar kita sanggup melawan si ‘musuh’ yaitu iblis.
Ketika kita bermalas-malasan dalam membaca Firman Tuhan, doa pribadi, mengikuti ibadah atau persekutuan dan lainnya, maka kekuatan tubuh rohani kita akan melemah. Kita dapat dengan mudah dikalahkan oleh tipu daya si iblis.
Tetapi ketika kita melatih tubuh rohani kita dengan rutin dan disiplin setiap hari-nya, maka tubuh rohani kita akan semakin kuat, semakin tangguh, semakin besar dan semakin tangkas dalam menghadapi ‘lawan’ kita yaitu iblis dengan siasatnya.
Disiplin dalam beribadah akan memacu kehidupan rohani kita sehingga kita dapat menjadi prajurit Yesus yang tangguh dan kuat.
“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibr 10:25)

3. Ketekunan
Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” (2 Tim 2:6)
Petani selalu menjalani pekerjaannya tanpa jemu-jemu. Mulai dari menyiapkan lahan untuk bertani, kemudian membajaknya, menanami dengan bibit tanaman, mengairi lahan pertaniannya, memberi pupuk, merawat, mengusir hama yang menggangu, hingga pada akhir musim dia akan menuai hasilnya. Sebelum hasil panen dijual, sang petani akan menikmati terlebih dahulu hasil yang dia dapat. Dia layak menikmati hasil kerja kerasnya selama satu musim tersebut.
Pekerjaan yang dia lakukan ini tidak membuat dia bosan, karena dari pekerjaan inilah dia mendapatkan penghidupan bagi dirinya dan keluarganya. Dia senantiasa tekun menjalankan pekerjaannya walau ditempa dengan panas terik tiap harinya, atau bahkan hujan yang tak menentu, mungkin juga gangguan hama yang dapat merusak tanaman dan lain sebagainya. Sang petani yakin bahwa apa yang yang dikerjakannya akan membuahkan hasil pada akhirnya.
Hubungan kita dengan Tuhan yang kita bangun setiap harinya, Firman Tuhan yang kita baca tiap hari dan kita praktekkan, doa yang kita naikkan tiap hari, ibadah yang senantiasa kita ikuti baik pada hari Minggu maupun tengah minggu, semuanya itu adalah sama dengan lahan pertanian yang sedang kita olah dan kita tanami dengan tanaman, yang kemudian kita pelihara hingga akhirnya kita panen hasil buahnya.
Mungkin ada waktunya pembacaan Firman Tuhan menjadi sangat membosankan atau bahkan doa-doa yang kita panjatkan terasa tidak terdengar oleh Tuhan. Mungkin juga kita merasa sia-sia datang ke ibadah atau persekutuan.
Tetapi ketika kita tetap tekun melakukan semuanya itu, tanpa menghiraukan kejenuhan dan kelelahan yang kita rasakan, maka pada akhirnya kita akan menuai hasilnya.
Dengan tekun membina hubungan dengan Tuhan, maka kita sedang membangun kehidupan rohani yang kuat dan bertumbuh terus hingga pada akhirnya hidup kita akan menghasilkan buah pada waktunya. Hidup kita pasti akan menjadi berkat bagi orang lain. Kita akan terbentuk menjadi prajurit Tuhan yang kuat dan handal, yang siap menolong dan membantu setiap orang yang kesusahan atau sedang dalam masalah.
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Kor 15:58)
Menjadi prajurit Yesus yang tangguh merupakan suatu hal yang luar biasa. Kita akan sanggup mematahkan segala tipu daya si iblis, memenangkan setiap masalah yang kita hadapi dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.
Dengan memfokuskan kehidupan kita kepada Tuhan, mendisiplinkan diri di hadapan-Nya dan tekun membina hubungan denganNya, maka kita dapat menjadi prajurit yang tangguh bagi kemuliaan nama Yesus. Haleluya!
Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yer 20:11)
Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!” ” (Yoel 3:10)

16 Maret 2010

BERUBAH SETELAH BERJUMPA DENGAN YESUS

Bacaan diambil dari kitab Yohanes 1 : 41-42

Perjumpaan dan pertemuan Andreas dengan Yesus dalam sekejap mengubah pengenalan dan pemahaman Andreas. Awalnya Andreas menyebut dan mamahami Yesus sebagai rabi (guru), tetapi kemudian berubah menjadi Mesias (Kristus). Itulah yang nyata dalam bacaan kita. Bahwa ketika Andreas bertemu dengan Simon, saudaranya, Ia tidak malu menceritakan perjumpaannya dengan Yesus, dan bahkan mengakui-Nya sebagai Mesias. Tidak sampai di situ, Andreas juga langsung membawa Simon untuk berjumpa dengan Yesus dan mengenal-Nya lebih dekat.
 
Perjumpaan Simon dengan Yesus, ternyata juga membawa perubahan pada diri dan pribadinya. Sebab ketika Yesus memandang Simon, Ia melihat suatu karakter yang kuat dan tegar pada pribadinya. Yesus membutuhkan pribadi dan karakter seperti Simon dalam pelayanan-Nya. Oleh karena itu, Yesus langsung memberikan gelar lain kepada Simon, yaitu Kefas (yang artinya, Petrus). Pemberian nama baru atau gelar kepada Simon mau menjelaskan penetapan Simon oleh Yesus sebagai murid dan pengikut-Nya.
 
Kita mungkin tidak bertemu dengan Yesus secara langsung seperti yang dialami oleh Andreas dan Simon. Tetapi tidak berarti kita belum bertemu dan berjumpa dengan Yesus. Sebenarnya ada banyak pengalaman iman di sepanjang perjalanan hidup pribadi, keluarga dan pekerjaan, dimana kita telah berjumpa dengan Yesus. Ibadah dan tindakan sakramen yang kita terima, yang di dalamnya nama kita disebut, sesungguhnya adalah sarana untuk kita berjumpa dangan Yesus. Masalahnya, perjumpaan dan pertemuan itu tidak membawa perubahan dalam diri, kepribadian dan hidup kita. Sudah sampai tua menjadi Kristen, bahkan gonta-ganti sebagai pelayan di jemaat, tetapi tetap saja kita tidak berubah. Mengapa ? karena kita hanya mau berjumpa dan bertemu Yesus, tetapi tidak mau diubah oleh-Nya. Kita lebih suka diubah oleh manusia, dan bukan oleh Yesus.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

PENGALAMAN BERJUMPA DENGAN YESUS MENJADI DAYA UNTUK BERSAKSI

Bacaan diambil dari kitab Yohanes 1 : 45-46

Perjumpaan dan perkenalan Filipus dengan Yesus, membawa perubahan dalam dirinya. Kuasa Yesus yang telah menarik Filipus untuk mengikuti Dia, ternyata telah menguasai dan mendorong Filipus untuk menceritakan dan memperkenalkan Yesus kepada yang lain. Itulah yang kita baca. Bahwa ketika bertemu dengan Nathanael, Filipus langsung menceritakan Yesus.
 
Yang menarik dari kesaksian Filipus adalah ia menyaksikan tentang Yesus berdasarkan pemahamannya tentang Kitab Suci, yaitu bahwa Yesus dari Nazareth adalah penggenapan dari seluruh pengajaran Musa dan pemberitaan para nabi. Hal ini harus kita mengerti karena Nathanael adalah seorang pemuda Yahudi lainnya bahwa tidak ada sesuatu yang baik, yang akan muncul dari Nazareth. Itulah yang tampak dalam respons Nathanel terhadap kesaksian Filipus.
 
Kita sering menjumpai banyak orang seperti Nathanael yang hidup menurut pemahaman lama yang telah berakar kuat di pikiran dan hatinya. Mereka tetap begitu karena belum berjumpa dengan Tuhan Yesus. Sebenarnya mereka ingin sekali berjumpa dengan Tuhan Yesus dan mau berubah; tetapi tidak ada yang menjelaskan tentang Yesus kepada mereka, kesaksian yang disampaikan terasa kering dan tanpa makna; tidak disertai kuasa dan pengalaman perjumpaan, sehingga tidak meyakinkan.

Mari kita menjadi seperti Filipus. Kita berusaha menyaksikan tentang yesus kepada orang lain, bukan hanya berdasarkan pengetahuan kita, tetapi terpenting berdasarkan pengalaman perjumpaan kita dengan Yesus; bukan dengan kekuatan kita, tetapi terlebih dengan kuasa yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi terlebih dengan kuasa yang Tuhan berikan kepada kita. Penting juga untuk kita melihat latar belakang orang yang kepadanya akan kita saksikan tentang Yesus, agar kesaksian kita tidak kering, tetapi penuh makna dan dapat dimengerti.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

LAKUKAN PERINTAH TUHAN; MUJIZAT AKAN TERJADI

Bacaan diambil dari kitab Lukas 5 : 6 - 7

Mujizat adalah sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia tanpa diduga dan direncanakan sebelumnya. Mujizat dilakukan oleh Tuhan untuk dialami manusia, supaya manusia dapat mengakui kemahakuasaan Tuhan. Mujizat akan terjadi dalam kehidupan manusia, siapapun biasanya dalam situasi yang mendesak yaitu ketika manusia sungguh-sungguh mau mentaati dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
 
Bacaan kita menjelaskan tentang mujizat yang dialami oleh Simon, yaitu menangkap ikan yang banyak sekali. Simon tidak pernah be rpikir bahwa ia akan menangkap ikan; apalagi dalam jumlah sangat banyak. Sebab sudah semalaman ia menjala tetapi tidak mendapat seekor pun. Simon hanya melakukan apa yang Yesus perintahkan. Oleh karena Yesus memerintahkan Simon untuk melemparkan jalanya ke air maka Simon melakukannya. Maka mujizat pun terjadi. Simon berhasil menangkap sangat banyak ikan. Mereka tidak kuat menarik jalanya, dan perahunyapun tidak cukup untuk menampungnya, sehingga mereka memanggil teman di perahu lain untuk datang menolong. Akhirnya mereka mengisi kedua perahu itu dengan ikan-ikan yang ditangkap sampai penuh, sehingga perahu hampir tenggelam. Artinya jelas, bahwa kalau seseorang mengalami mujizat dari Tuhan maka hasilnya bukan untuk dinikmati sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada orang lain.

Banyak mujizat yang Tuhan lakukan dalam perahu hidup kita, tetapi kita tidak menyadarinya. Kita telah dipolakan sedemikian rupa sehingga memahami mujizat terbatas pada yang terjadi dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan dilakukan oleh tokoh tertentu. Akibatnya tanpa kita sadari bahwa kita lebih mengagungkan tokoh tersebut daripada Tuhan.

Yakinlah bahwa dalam kondisi yang sangat mendesak, Tuhan akan melakukan mujizat dalam kehidupan kita, jika kita sungguh-sungguh mau melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

SADARI KELEMAHAN DIRI DAN AKUILAH KUASA TUHAN

Bacaan diambil dari kitab Lukas 5 : 8

Tuhan membuat mujizat agar manusia mengenal dan menyembah-Nya serta menyadari keterbatasannya. Itulah yang terjadi dangan Simon. Ketika Simon melihat banyaknya ikan yang ditangkap, maka ia pun tersungkur di depan kaki Yesus. Simon sujud dan menyembah Yesus.

Dua makna yang tampak di balik sikap tersungkurnya Simon di hadapan Yesus adalah : 
  1. Simon mengucap syukur karena ternyata pekerjaannya tidak sia-sia. Ia berhasil menangkap ikan dalam jumlah sangat banyak, sehingga bisa dibagikan kepada yang lain.
  2. Simon merasa bersalah dan berdosa karena walnya ia lebih mengandalkan pikiran, pengetahuan dan kekuatannya, sehingga meragukan apa yang Tuhan perintahkan. Simon sadar bahwa dirinya berdosa sehingga ia merasa tidak layak dijumpai oleh Tuhan. Karena itu, ia memohon agar Tuhan pergi daripadanya.
Tuhan melakukan dan menyatakan mujizat dalam kehidupan kita agar kita selalu menyadari kelemahan dan keterbatasan kita. Sebab kita adalah manusia berdosa; penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Semua yang kita lakukan akan gagal. Tetapi karena Tuhan berkenan mendatangi kita dan menyatakan mujizat-Nya kepada kita maka kita berhasil dalam pekerjaan. Keberhasilan itu membuat kita harus mengakui kemahakuasaan Tuhan, mengenal-Nya dengan benar dan menyembah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
Tantangan kesulitan bisa menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan. Karena itu, dalam setiap rancang bangun masa depan, biarlah kita sadari kelemahan dan keterbatasan kita, serta hanya mengakui kemahakuasaan Tuhan. Jika kita merancang bangun masa depan dan mau melakukan sesuai perintah Tuhan maka mujizat akan terjadi dan semua rancang bangun kita akan berhasil. Itu berarti, tantangan dan kesulitan yang kita hadapi tidak akan mampu menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan sesuai perintah Tuhan.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

06 Maret 2010

HIDUP YANG MENGHASILKAN BUAH

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” (Yoh 15:16)
Begitu besar kasih yang Tuhan berikan bagi kita, sehingga kita dapat memperoleh anugerah keselamatan yang dari padaNya. Dia telah memilih kita sebagai umatNya untuk dapat masuk ke dalam kerajaan Sorga.
Tetapi itu tidak berarti bahwa tugas kita berhenti sampai di situ. Tuhan mau agar hidup kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, yaitu dengan menghasilkan buah. Buah yang tetap dan tidak akan hilang itu adalah buah Roh. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Gal 5:22-23)
Sama seperti buah dari sebuah pohon tidak dinikmati oleh pohon itu sendiri, tetapi dinikmati oleh orang banyak, demikian juga hidup kita. Tuhan inginkan agar hidup kita senantiasa dipenuhi dengan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetian, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Buah Roh yang muncul dari kehidupan kita akan menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga orang lain akan merasakan betapa nikmatnya kasih, sukacita dan damai sejahtera yang daripada Allah.

Bagaimana agar hidup kita senantiasa menghasilkan buah Roh ?
1. Hidup di dalam Tuhan
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yoh 15:4)
Ranting yang menghasilkan buah adalah ranting yang masih menempel pada batangnya. Jika ranting sudah terlepas dari batangnya maka ia akan mati.
Demikian juga dengan hidup kita, kita harus senantiasa tinggal di dalam Dia. Kita harus hidup sesuai dengan firman Tuhan. Hanya dengan hidup di dalam-Nya kita bisa berbuah. Kasih, sukacita, kesabaran dan buah Roh lainnya tidak dapat kita buat-buat. Damai sejahtera tidak bisa didapatkan dari keindahan maupun kenikmatan dunia ini. Buah Roh datangnya hanya ketika hidup kita berjalan seturut dengan firman-Nya.

2. Hidup dipimpin oleh Roh Kudus
“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (Gal 5:16)
Keinginan Roh dan keinginan daging merupakan dua hal yang bertentangan dan tidak dapat disatukan (Gal 5:17). Keinginan daging jelas sekali dinyatakan pada (Gal 5:19-21). Bila kita masih menuruti keinginan daging, maka hidup kita tidak akan menghasilkan buah.
Biarlah hidup kita senantiasa dalam pimpinan Roh Kudus. “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Gal 5:24)
Miliki jam doa yang rutin setiap hari. Minta Roh Kudus menuntun langkah hidup kita sepanjang hari. Roh Kudus akan memampukan kita untuk dapat berjalan seturut dengan perintah-Nya, sehingga hidup kita dapat menghasilkan buah.
Hidup yang menghasilkan buah akan menghasilkan bibit-bibit baru bagi kerajaan Sorga. Begitu banyak manusia yang belum menikmati indahnya kasih Allah. Melalui hidup kita yang berbuahlah dapat mereka nikmati kasih Allah tersebut.
Ketika buah Roh muncul dalam kehidupan kita, hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Dan tentunya berkat tersebut akan terus mengalir lagi bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

BEKERJA MEMBERI BUAH BAGI TUHAN

"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu".(Filipi 1:21-22)

Pengantar :
Setiap orang menginginkan hidup sukses, Kaya, Pintar dan Bahagia di dalam hidupnya, tetapi hanya sedikit orang yang mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk dapat meraih Sukses, Kaya, Pintar dan Bahagia di dalam hidupnya.
Sebenarnya tidak ada alasan yang jelas yang dapat membedakan kehidupan orang percaya kepada Kristus dengan yang bukan kristen. Selain terlihat dari sikap hidupnya sehari-hari dan kontribusi apa yang diberikan kepada dunia melalui pemikiran serta perbuatannya selama hidup di dunia.
Gugatan negara lain kepada bangsa Indonesia yang mengaku sebagai negara beradab, dan beragama sangat wajar. Sebab tidak ada relavansinya bahwa orang Indonesia yang mengaku beragama menjalani nilai-nilai agama secara baik dan benar, melainkan sikap hidupnya lebih buruk dari orang yang tidak beragama.
Gugatan kepada orang-orang Kristen sebenarnya hal wajar juga, sebab banyak orang yang mengaku pengerja, namun pola hidupnya jauh dari nilai-nilai kristiani yang sebenarnya, sebab mereka bukan pekerja keras atau rajin, mereka bukan orang yang tekun, mereka hanya orang muda yang gampang mengeluh, mudah menyerah,  mudah menyalahkan diri sendiri dan orang lain, tidak punya tujuan hidup serta hidup hanya untuk diri sendiri. kalaupun mereka menjadi pengerja, itu hanya simbolis atau hanya gaya hidup, jarang yang meyakini itu adalah Panggilan Tuhan dalam hidupnya untuk menjadi Pelayan yang sungguh-sungguh di masa mudanya.
Kompetisi atau perjuangan hidup dari dahulu tetap sama sampai saat ini yakni; HIDUP ITU SULIT, hanya orang-orang yang memiliki otak atau pengetahuan, memiliki sikap tekun, ulet, semangat juang yang tinggi dan spritualitas hidup yang dapat bertahan. Harus diketahui ketika dunia mengadakan Kompetisi Hidup, seringkali tidak menilai seseorang itu berdasarkan agamanya melainkan berdasarkan; pengetahuan; keahlian dan sikap hidup atau kelakuan yang dimiliki.
Hanya orang-orang yang bertahan hidup di dunia yang dapat menantikan kasih anugerah Surgawi.Sehingga tidak mungkin orang mengaku menerima anugerah Allah namun menyesali hidup serta terus berpikir untuk tidak memberi arti di dalam kehipupannya.
Dunia ini tidak kekurangan orang yang pintar dan berpengetahuan luas, dunia tidak kekurangan orang-orang baik dan dunia juga tidak kekurangan orang-orang yang beragama, namun dunia kekurangan Pemimpin yang mempunyai kapasitas tinggi dan mampu mengimplementasi kepintarannya, kebaikannya serta nilai agamanya untuk membawa dunia ke arah yang lebih baik, maju, beradab, penuh kasih serta rasa takut akan Tuhan.

Eksposisi Filipi 1; 21-22
Pembuktian menunjukan bahwa lebih mudah seorang yang dari mudanya mengenal kasih Tuhan dalam hidupnya dapat lebih lama mempertahankan imannya sampai akhir hidupnya, dibandingkan seseorang yang dimasa tuanya baru merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Pembelajaran akan pengenalan Allah haruslah sampai seumur hidup, kita harus terus menerus mau diperbaharui menuju kesempurnaan bersama dengan Kristus. Hendaknya pengenalan kita memiliki dasar yang teguh kepada Dia,
Pengenalan akan Allah, seharusnya didasari dari awal bahwa kita adalah Orang Berdosa, yang karena kesalahan dosa kita sebagai manusia. Tidak ada cara yang dapat menyucikan kita dari dosa selain Yesus Kristus, Kita harus sadar bahwa sebagai manusia, keinginan kita untuk berbuat dosa, terus menerus menghantui kita sampai napas kita berakhir. Satu hal yang dapat menghalau keinginan dosa itu adalah bila kita memiki hubungan pribadi dengan Allah. Hubungan pribadi ini dapat tercipta bila kita memiliki pengenalan pribadi melalui keinginan terus menerus belajar dan berkarya bagi Allah.
Menjadi pelayan Tuhan merupakan anugerah Allah untuk dapat mengenal lebih dekat dengan Allah dan dapat berakar dalam pengenalan akan Allah itu sendiri. Seringkali kita merasakan jamahan serta kesertaan Allah didalam pelayanan kita.
Dari semua hal yang terindah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, semuanya harus berakhir menjadi ucapan syukur yang terlihat dari cara kita berpikir, berbicara dan bertindak. Sehingga melalui hidup kita , maka keluarga kita, masyarakat, dan dunia tahu akan kehadiran Kristus di tengah-tengah dunia.

Kesimpulan
Menjadi apa Hidup seseorang dimasa tuanya dapat tercermin dari cara hidup dimasa mudanya. Bila seorang dari masa mudanya sudah terlihat akan, cintanya akan Tuhan, kesungguhannya dalam belajar, ketekenunannya akan bekerja keras, semangatnya yang pantang menyerah dan harapannya akan kasih Tuhan, merupakan awal dari gambaran masa Tuanya . Sebab dalam kitab Amsal tertulis "Apa yang kamu Tanam, Itu yang akan kamu Tuai". Anda tidak dapat hanya belajar dan menghapal teori cara berenang bila anda tidak pernah terjun ke air, mencoba berulang kali, sehingga anda bisa menguasai bagaimana cara berenang. Sama halnya dalam kehidupan, iman tanpa perbuatan adalan mati. Manusia tanpa bekerja memberi buah di tengah dunia ini pada dasarnya juga adalah manusia mati.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

28 Februari 2010

MERAIH JAWABAN DOA

“Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.“ (2Taw 7:13-14)
Tuhan mengajar kita cara berdoa melalui “Doa Bapa Kami“ (Mat 6:9-13). Dia selalu mengambil waktu utk berdoa. Dan Tuhan masih berdoa untuk kita sampai saat ini (Yoh 17). Banyak sekali jenis-jenis doa, di antaranya doa permohonan, doa ucapan syukur, doa syafaat, doa puasa, doa peperangan dan doa profetik.
Doa yang dinaikkan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan dampak yang luar biasa, seperti ada tertulis,
“Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raj 17:1)

Bagaimana caranya supaya kita dapat meraih jawaban atas doa-doa yang kita naikkan ?
1. BERSERU, MINTA TERUS
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat 7:7).
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui” (Yer 33:3).
Elia berdoa meminta hujan (1Raj 18:41-46). Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan (Yak 5:17).
Belajarlah dari seorang anak kecil yang tidak akan berhenti meminta jika belum mendapat jawaban.

2. BERSERAH KEPADA KEHENDAK TUHAN
“Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes 55:9).
“Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat 26:39).

Ada hal tertentu yang merupakan penghalang bagi jawaban doa :
“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” (Yak 4:3).
Ketika berdoa utk sesuatu yang kita butuhkan, biarlah kehendak Tuhan yg jadi.

3. PEKA AKAN JAWABAN TUHAN & MENERIMANYA
“Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1Kor 2:9).
Belajarlah untuk mengerti kapan saatnya Tuhan memberikan jawaban atas doa kita.
Flashback kehidupan kita. Lihat jalur yg telah kita tempuh. Tuhan memberkati kita dengan cara yg tidak kita pikirkan. Berseru, berserah, kemudian peka & terima jawaban dari-Nya.
 
Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

MILIKI DOA YANG PENUH KUASA

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16)

Sebagai umat Tuhan tentunya kita senantiasa menaikkan doa kepada-Nya, entah itu doa untuk kebutuhan, perlindungan, kelepasan, permohonan, ucapan syukur, syafaat dan lain sebagainya. Tetapi seringkali terjadi bahwa kita sendiri kurang yakin apakah doa yang dinaikkan itu benar-benar membawa pengaruh dalam kehidupan kita.

Bahkan ada waktu-waktu tertentu kita malah meminta orang lain yang kita anggap lebih rohani dari kita, mungkin bapa rohani kita, gembala, ataupun pendeta, untuk berdoa bagi kita. Kita menganggap bahwa kalau mereka yang berdoa, pasti lebih “ampuh” dibanding kalau kita yang menaikkan doa tersebut. Sehingga pada akhirnya, pendeta-lah yang dianggap memiliki “kesaktian” dalam berdoa.

Tuhan memang memakai sebagian orang yang khusus dipanggil oleh-Nya untuk melayani umat-Nya dalam pelayanan pekerjaan Tuhan seperti di gereja. Dan otoritas daripada--Nya juga turun ke atas mereka. Dan bukan suatu kesalahan jika kita meminta dukungan doa dari mereka. Tetapi dalam hal berdoa, Tuhan tidak membatasi siapa saja yang dapat menaikkan doa yang memiliki kuasa dan benar-benar membawa pengaruh bagi kehidupan kita. Bahkan orang yang baru menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya-pun juga bisa memilki doa yang mempunyai kuasa.

Kalau begitu, bagaimana dapat memiliki doa yang penuh kuasa, supaya kita tidak lagi bergantung kepada orang lain untuk berdoa bagi diri kita sendiri?
1. Mengaku Dosa
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu” (Yak 5:16a)
Halangan yang paling utama bagi doa kita adalah dosa. Sebanyak apapun kita berdoa, namun jika masih ada dosa yang masih diperbuat, maka kita tidak akan memiliki doa yang berkuasa.

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yes 59:1-2)
Akuilah dosa yang ada, bertobat dan datang pada Yesus. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia. Dia akan menghapuskan setiap dosa kita akui di hadapan-Nya.
Jangan lakukan lagi dosa yang pernah diperbuat. Minta kekuatan bagi Tuhan supaya dapat hidup benar di hadapan-Nya.

2. Saling Mendoakan
“Dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” (Yak 5:16b)
Ada kalanya bahwa ketika kita sendiri sedang dalam kondisi tidak sehat, tetapi Tuhan meminta kita untuk mendoakan orang sakit. Atau bahkan ketika kita sendiri sedang ada masalah, tetapi ada orang lain yang meminta untuk didoakan atas segala masalah yang mereka hadapi.

Ketika kita taat mengikuti perintah Tuhan, kita akan melihat pekerjaan Tuhan yang luar biasa. Kita akan melihat bahwa Tuhan sendiri yang akan membereskan masalah-masalah yang kita hadapi, ketika kita taat mengikuti perintah-Nya.
Doakanlah orang-orang yang membutuhkan dukungan doa, maka Tuhan akan memberikan apa yang kita ingini.

3. Yakin
“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16c)
Keraguan dan kebimbangan identik dengan ketidak-percayaan. Kisah Petrus yang berjalan di atas air mencerminkan hal ini. Petrus tidak seratus persen percaya bahwa dia bisa berjalan di atas air, walaupun sempat sesaat berjalan di atas air.
Keraguan muncul dalam dirinya ketika dia melihat keadaan sebenarnya yang dia hadapi. Di saat keraguan itu muncul, di saat itulah dia mulai tenggelam.

“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” (Yak 1:6)
Yakinlah dengan apa yang didoakan, percaya sepenuhnya bahwa doa yang dinaikkan akan membawa pengaruh kepada kehidupan kita. Jangan bimbang dan jangan ragu.
“Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” ” (Mar 9:23)

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

23 Februari 2010

MENJADI ORANG YANG BERSEMANGAT DAN OPTIMISME MENGHADAPI MASALAH

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat  yang patah?” (Amsal 18:14)

Beragam persoalan bisa menimpa siapa saja. Entah orang kaya atau miskin, tua atau muda, setiap orang  selama hidup di dunia ini selalu berhadapan dengan berbagai persoalan. Setiap orang, terlepas dari status sosial, pendidikan, profesinya, dan bahkan sebagai hamba Tuhanpun tidak terluput dari yang namanya pergumulan atau persoalan. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeda-beda.

Kita tidak boleh menyerah, walau badai apapun yang sedang menerpa. Sebab pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita, seperti yang disebutkan dalam Firman Tuhan.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Kor 10:13)
Allah itu baik. Dia sahabat kita, dalam segala susah Dia selalu datang menghibur. Biasanya ada beberapa hambatan-hambatan dalam meraih sebuah keberhasilan adalah antara lain, sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, dan lain sebagainya.  Kalau sikap seperti ini dibiarkan akan membuat seseorang itu  menjadi frustrasi, dan tetap tinggal dalam masalahnya.  Dalam  menghadapi setiap masalah, kita membutuhkan sebuah semangat untuk berjuang dan bangkit, dengan pertolongan Tuhan agar kita sampai pada tujuan yang diinginkan.
Dalam cerita di Alkitab kita dapat melihat sebuah kondisi yang mengisahkan seseorang yang tidak lagi bersemangat dalam hidupnya, yaitu kisah nabi Elia. Keberhasilan Elia membunuh 450 orang nabi baal seorang diri membuat Izebel marah dan bermaksud membunuhnya. Mendengar berita itu, larilah Elia untuk menyelamatkan diri, ia dalam ketakutan, putus asa dan patah semangat. Ia lari ke gunung Horeb untuk bersembunyi.
.
Ada beberapa kondisi yang dialami nabi Elia ini, yaitu:
  1. Ia kelelahan, lelah jasmani setelah perjalanan panjang, empat puluh hari, empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yaitu gunung horeb.“Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku” (1 Raj 19:4b). 
  2. Ia merasa telah gagal membuat bangsa Israel untuk bertobat,
  3. Ia merasa kesepian,  hanya seorang diri saja dalam pergumulan untuk kebenaran Allah.
“Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giat-Nya bagi Tuhan, Allah semesta alam,karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku” (1 Raj19:10).
Allah tidak tinggal diam, Ia tetap memperhatikan Elia yang sedang patah semangat itu. Ia membiarkan Elia istirahat dan tertidur, kemudian Allah mengirim malaikat-Nya untuk memberi makan Elia. Allah juga datang  untuk memberikan semangat kepadanya dan memperkuat imannya di gunung Horeb itu. Allah sesungguhnya  tidak akan meninggalkan nabi ataupun umat-Nya yang setia.
“Firman Tuhan kepadanya:”, pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Elisa bin Safat, dari Abel Mehola, menjadi nabi menggantikan Engkau” (1 Raj 19:15-16).
Ketika anak-anak Tuhan putus asa dimanapun mereka berada, melalui Yesus Kristus mereka dapat memohon kepada Allah, untuk menerima kekuatan dan semangat agar mampu menghadapi situasi.
Orang yang bersemangat adalah orang yang tidak mau menyerah, dan tidak mau terpengaruh oleh keadaan, sekalipun hal itu kurang baik. Tindakan atau perbuatannya tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh keadaan.  Mengapa demikian ? Karena, ia memiliki  target dan tujuan yang ingin dicapainya. Orang yang bersemangat akan tetap optimis, mereka percaya karena bersama dengan Allah akan mampu untuk menghadapi setiap kesukaran.
“Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Fil 4:13).
Orang yang bersemangat  memiliki iman, tetap percaya pada Firman Allah yang berkuasa. Jadilah orang yang bersemangat dalam hidup ini, apapun kondisi yang sedang terjadi, tetap miliki semangat. Semangat sangat diperlukan untuk memperoleh apa yang ingin kita capai. Karena dengan bersemangat kita akan tetap mengarahkan pandangan kita kepada tujuan, dan ada usaha untuk mencapainya.
.
Untuk menjadi orang yang bersemangat yang selalu optimis, kita memerlukan:
1. Keberanian bertindak untuk mengambil resiko
Orang yang bersemangat  memiliki keberanian untuk bertindak. Siap hidup dan siap mati, mereka tidak takut dan gemetar karena mempunyai ketetapan hati yang mantap. Ingat, bagaimana kisah  Sadrakh, Mesakh dan Abednego ?  Ada sebuah perintah yang telah dibuat bahwa ketika mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi atau alat musik lainnya maka haruslah setiap orang sujud menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar. Mereka tidak mau menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar tersebut.
Dalam Kitab (Daniel 3:6)
“Siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.”
Didapatilah bahwa mereka tidak mengindahkan titah itu, mereka tidak mau memuja dan menyembah patung tersebut. Adalah sebuah ancaman bagi mereka, dengan resiko mereka harus dimasukkan kedalam perapian. Mereka tidak khawatir, cemas dan takut, malah dengan berani untuk menerima hukuman itu. Mereka tetap mempertahankan iman yang  mereka percayai.
Beginilah yang mereka ucapkan kepada raja itu, (Daniel 3:17-18)
”Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu ya raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memujja dewa tuanku, dan  tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
Mereka berani berkata tidak dan merekapun berani bertindak menerima hukuman yang sudah ditetapkan itu. Dengan amarah raja itu memerintahkan supaya perapian dibuat tujuh kali lebih panas dari biasanya, dan ketika  mereka dicampakkan kedalam api, mereka tidak terbakar, rambut di kepala mereka tidak hangus, bahkan bau kebakaranpun tidak ada.
“Lalu  Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang menyala-nyala itu ; berkatala ia: “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah kemari!” (Dan 3:26)
Merekapun keluar dengan selamat dari perapian , Tuhan menyertai mereka. Dengan berani mereka mengatakan sekalipun Allah tidak menolong, mereka siap untuk mati   bagi Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam, mereka diluputkan dari panas api itu, mereka tidak terbakar, tidak ada bau hangus, mereka tetap utuh seperti sediakala.
“Apabila engkau berjalan melalui api engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” (Yes 43:2b)
Kalau kita berani bertindak lakukan sesuatu kebenaran, Tuhan pasti menolong, Tuhan juga pasti membela Firman-Nya. Jadi, jangan takut, hadapilah setiap persoalan, jangan lari, Tuhan memberi kekuatan agar kita dapat meraih keberhasilan.

2.  Sikap tidak mau menyerah
Dalam Alkitab ada sebuah cerita tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Perempuan ini sudah diobati oleh berbagai-bagai tabib, namun keadaannya makin memburuk. Perempuan ini tidak putus asa, ia tetap memiliki semangat untuk sembuh. Tatkala ia mendengar berita tentang Yesus Sang Penyembuh itu, iapun berusaha untuk mencari Yesus, sebab ia yakin Yesuslah  yang dapat menolong untuk menyembuhkannya.
Perempuan ini adalah orang yang bersemangat.  Ketika Yesus dalam perjalanan menuju rumah kepala ibadat, ditengah kerumunan banyak orang, perempuan ini berusaha untuk menghampiri Yesus agar menerima kesembuhan dariNya. Perempuan ini tidak mau menyerah, dia tetap memiliki semangat, dia terus berjalan untuk menghampiri Yesus sekalipun ia sedang dalam penderitaan, mungkin ia berjalan tidak seperti orang normal karena penyakitnya itu, jalannya lambat tapi ia terus berusaha untuk maju mendekati Yesus dari arah belakang.
Perempuan ini mempunyai suatu tujuan untuk sembuh, ia memiliki iman, “Karena katanya dalam hatinya:”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat 9:21).  Setelah hal itu dilakukannya iapun menjadi sembuh. Jerih payahnya tidak sia-sia. Ia berhasil, ia sembuh. Setiap orang yang mau mendekatkan diri kepada Yesus tidak akan  menyerah,  tetap berjuang sampai memperoleh apa yang ingin dicapai.
“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu” (2 Taw 15:7).
“Dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sunggguh-sungguh mencari Dia” (Ibr 11:6b).
Kalau semangatmu sedang lemah, bangkitlah mencari Tuhan, dengan berdoa, membaca Firman Allah, mengikuti ibadah dan memuji menyembah Dia. Pasti ada kekuatan baru dan upah yang akan diberikan-Nya, itu janji-Nya.

3.  Iman yang teguh
Rasul Paulus setelah pertobatannya, memberikan  hidupnya untuk  melayani Tuhan, ia memenuhi panggilan Tuhan sebagi salah satu rasul yang ikut menderita bagi Kristus.
“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” (2 Kor 4:8)
“Aku banyak   berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur;  aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.” (2 Kor 11:27)
Dalam mengiring Yesus, Paulus banyak sekali mengalami penderitaan dan aniaya.  Paulus juga mengalami kesedihan, ia ditinggalkan oleh teman-temannya.
“Pada waktu pembelaanku yang pertama, tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku, Tetapi Tuhan mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan, Dan Tuhan akan melepaskan aku, dari setiap usaha yang jahat, Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam kerajaanNya di Sorga. Bagilah kemuliaan selama-lamanya”. (2Tim 4:16-18)

Di Roma pada saat itu sedang terjadi penganiayaan yang hebat, dan tidak ada seorangpun yang berani mengakui mengenal  rasul Paulus. Paulus merasa  kesepian dan kecewa, namun ia tetap merasakan kehadiran Tuhan, yang memberikan kekuatan padanya. Paulus mengakui bahwa ia mempunyai keyakinan yang kokoh,  sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Paulus sanggup menghadapi dan mengatasi segala rintangan sebab ada Tuhan yang selalu memberi pertolongan dan kekuatan baginya. Karena iman yang teguh Rasul Paulus tetap berjuang, dan bahkan setia sampai mati bagi Tuhan.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang Adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Tim 4:7-8)
Apapun keadaan yang kini tengah kita hadapi, kita tidak boleh hilang pengharapan, putus asa atau melepaskan iman saat menghadapi berbagai masalah. Hadapilah semua bersama Tuhan,  kita akan dapat mengalami pengalaman-pengalaman yang baru bersama Tuhan. Setiap Firman Tuhan yang kita butuhkan terjadi atas kita, harus tetap kita percaya, sebab ada firman Tuhan tertulis:
“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah” (Maz 89:35).
Semua yang Tuhan janjikan itu melalui Firman-Nya, tidak akan ditarik kembali, dan Tuhan tidak mengingkari Janji-Nya itu.  Arahkan pandangan,  pikiran dan hati  kepada Firman-Nya, sebab itulah kebenaran yang akan memulihkan kita.  Allah itu sangat baik.
“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Maz 34:19).
Kita harus percaya pada Firman-Nya. Supaya iman tetap teguh, baca, renungkan dan perkatakanlah Firman Tuhan itu kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain.
Semangat merupakan jalan untuk memperoleh apa yang kita butuhkan. Tetaplah bersemangat, miliki keberanian untuk melakukan Firman Allah, jangan pernah menyerah dan tetap teguh pegang janji Tuhan sampai menjadi sebuah kenyataan. Tuhan memulihkan setiap semangat yang patah. Orang yang bersemangat akan selalu optimis dalam menghadapi setiap persoalan, untuk meraih keberhasilan. Selamat berjuang dan tetap semangat, Tuhan  Yesus memberkati kita semuanya.
.
“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan  kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti  apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat” (W



Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

PERTOLONGAN DARI TUHAN

“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” (Mazmur 121:1-2)
Hidup manusia penuh dengan banyak masalah. Masalah bisa datang silih berganti tanpa memandang status sosial. Bahaya juga senantiasa mengancam kehidupan kita. Oleh karena itu banyak sekali manusia yang senantiasa mencari perlindungan bagi hidup mereka. Mereka berusaha agar hidup mereka dapat selalu aman dan terlepas dari segala masalah. Di jaman sekarang ini juga banyak sekali tawaran-tawaran alternatif agar kita dapat terlepas dari masalah ataupun bahaya.

Sebagai umat Tuhan, kita harus cukup selektif dalam hal ini. Jangan sampai masalah yang kita hadapi membuat kita menghalalkan segala cara agar kita bisa mendapat pertolongan atau perlindungan. Dalam Yer 17:5 Firman Tuhan berkata bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya. Tuhan mau agar kita senantiasa mengandalkan Dia dalam setiap langkah hidup kita.

Bergantung sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan bukanlah suatu hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Seringkali masa-masa kita menunggu jawaban Tuhan merupakan masa yang rawan terhadap berbagai jalan keluar yang ditawarkan oleh dunia ini. Kita harus tetap bertahan kepada iman kita terhadap Yesus.

Kalau begitu apa yang harus kita lakukan agar kita tetap berharap kepada pertolongan dari Tuhan?
1. Yakinlah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita
“Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.” (Maz 121:3-4)
Seberapa lama waktu yang kita lalui dalam menghadapi suatu masalah tidak mempengaruhi kesetiaan Tuhan untuk menyertai kita. Tidak sekalipun Dia meninggalkan kita, bahkan Dia tidak pernah tertidur membiarkan kita sendirian.
Tetapi yang sering kita alami, kita merasa bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Cukup banyak umat Tuhan yang akhirnya kecewa oleh karena mereka merasa bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka dan ingkar janji. Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang instan. Tuhan menginjinkan segala sesuatu terjadi dalam kehidupan kita untuk menguji kesetiaan kita.
“Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” ” (Ibr 13:5b)
Firman Tuhan mengatakan bahwa Dia tidak pernah sekalipun membiarkan kita sendiri. Ini merupakan janji Tuhan bagi kita. Jangan bergantung kepada perasaan kita yang menganggap bahwa Tuhan telah meninggalkan kita dan bahkan tidak mendengar doa kita. Jangan menjadikan perasaan sebagai standar dari iman kita, karena perasaan mudah berubah sesuai dengan keadaan. Tetapi iman adalah bukti dari segala sesuatu yang kita harapkan, bukti dari segala sesuatu yang tidak kelihatan (Ibr 11:1).
Kalaupun kelihatannya Tuhan begitu jauh, kita harus meng-imani bahwa Tuhan tetap ada di dalam hati kita. Dan Dia tidak pernah berlambat-lambat untuk menggenapi firman-Nya.

2. Yakinlah bahwa perlindungan Tuhan itu nyata
“Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. ” (Mzm 121: 6-7)
Ketika kita mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, Dia memberikan perlindungan atas seluruh hidup kita. Dia akan menjaga hidup kita dari segala marabahaya. Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan manusia untuk menjaga setiap langkah kita. Ketika kita sudah hati-hatipun bahaya masih bisa menghadang, entah itu kecelakaan lalu lintas, bencana alam, dan lain sebagainya. Kita tidak bisa melindungi anak-anak kita selama 24 jam, kita tidak bisa menjaga harta benda kita juga setiap saat.
Tetapi Firman Tuhan  memberikan jaminan bagi kita bahwa Dia akan menjaga kita dari segala kecelakaan. Dia akan berjaga-jaga atas nyawa kita. Dia akan melindungi setiap umat-Nya.
“TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar:  ”Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!” Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.” (Maz 118:14-17)

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

SAHABAT YANG SETIA

"Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (Yoh 15:15)

Kehidupan manusia tidak lepas dari interaksi sosial. Setiap orang pasti mempunyai teman dekat atau yang biasa disebut sahabat. Sahabat adalah orang terdekat dalam kehidupan kita. Mereka senantiasa menghibur, mendengarkan, menemani, bahkan rela mengorbankan hidupnya demi menolong kita.

Demikian juga sebagai umat Tuhan, kita memperoleh hak istimewa untuk bisa memiliki seorang sahabat yang dekat dengan kita. Yesus telah mengangkat kita menjadi sahabat-Nya (Yoh 15:15). Ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar, karena kita sendiri tidak memilih sembarang orang untuk menjadi sahabat kita.

Apa yang bisa kita peroleh melalui persahabatan dengan Yesus? Apakah arti dari persahabatan ini?
1. Kasih
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Ams 17:17)
Kasih Yesus senantiasa tercurah bagi kita, entah kita dalam kondisi apapun, karena Dia tetap setia. Yesus sangat mengerti apa yang menjadi pergumulan kita karena Dia telah melalui penderitaan di muka bumi ini dan menanggung setiap dosa pelanggaran umat manusia.
Yesus senantiasa ada bagi kita, walaupun seakan-akan Dia terasa jauh, Dia selalu ada di dalam hati kita. Dan Dia selalu mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan doa kita. Kapan saja kita mau mencurahkan isi hati, Dia selalu siap menanti kita.

2. Pengorbanan
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yoh 15:13)
Pengorbanan Yesus tidak dapat diragukan lagi. Kasih-Nya yang begitu besar telah terbukti dengan kematian-Nya di atas kayu salib. Dia rela menyerahkan nyawa-Nya demi menebus setiap dosa umat manusia.
Karya penebusan ini menghapuskan setiap dosa kita yang diakui di hadapan-Nya. Darah-Nya menyucikan dan melayakkan kita untuk dapat datang ke hadirat-Nya dengan penuh keberanian (Ibr 10:19).

3. Kedekatan
"Tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara." (Ams 18:4b)
Ketika Ayub mengalami suatu penderitaan, semua keluarga dan kerabatnya pergi meninggalkan dia, dan bahkan melupakan dia (Ay 19:14). 
Tetapi ada satu pribadi yang tidak pernah meninggalkan dan melupakan Ayub, Dia adalah Bapa di sorga.
"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." (Yes 49:15)
Tuhan adalah sahabat setia yang begitu dekat dengan kita, sehingga tidak akan pernah melupakan umat-Nya.

4. Keterbukaan
"Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (Yoh 15:15b)
Persahabatan erat sekali dengan kepercayaan. Tidak ada cerita yang dirahasiakan bagi seorang sahabat. Demikian juga Yesus akan mengungkapkan segala rahasia sorgawi kepada kita umat-Nya.
Hikmat-hikmat luar biasa akan dicurahkan bagi kita, ketika kita membina persahabatan dengan Yesus. Dia akan menuntun kita dan menunjukkan jalanNya yang terang bagi kehidupan kita. Dia akan memberikan jalan keluar bagi setiap masalah dan problema kita.

5. Kepercayaan
"Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." " (Yak 2:23)
Persahabatan mengandung ikatan kepercayaan. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita menjadi sahabatNya dan kita menjadi orang yang bisa dipercaya oleh-Nya. Kepercayaan akan membawa kepada pemberian tanggung jawab yang lebih besar. Kita melihat bahwa Tuhan memberikan suatu janji yang luar biasa kepada Abraham, dan janji itu telah ditepati. Apakah Anda mau menjadi orang yang bisa dipercaya oleh-Nya?

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

BERJALAN DALAM KEBENARAN

“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” Mazmur (119:9)

Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi pada saat ini mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap pertumbuhan anak muda. Tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak muda senantiasa mengikuti perkembangan mode dan tren terbaru, dan berusaha untuk bisa menjadi pusat perhatian dari lingkungannya. Anak-anak muda akan berusaha agar dapat diterima oleh lingkungan pergaulannya, sehingga apapun yang teman-temannya sedang lakukan akan mereka ikuti.

Pengaruh dari pergaulan sangat kuat sekali kepada anak muda. Kecenderungan emosi yang masih labil dan masih dalam kondisi untuk mencari jati diri akan membuat mereka mencoba-coba apa yang mereka lihat dan rasakan. Oleh karena itu anak muda perlu ekstra hati-hati dalam pergaulannya, karena masa depan mereka akan dipengaruhi dari apa yang dilakukan pada masa muda.

Tuhan ingin agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran. Pergaulan memang tetap dibutuhkan, tetapi anak muda harus tetap berada dalam pergaulan yang sehat dan positif.

Bagaimana agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran?
“Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu” (Mazmur 119:9b)
Firman Tuhan adalah perisai dan filter yang paling ampuh bagi anak muda untuk dapat tetap berada dalam pergaulan yang positif. Ketika anak muda tidak hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka iblis akan berusaha mempengaruhi kehidupan anak muda. Segala cara akan dilakukan oleh si jahat agar anak muda dapat terjerumus ke dalam dosa. Pada awalnya si iblis akan menawarkan kenikmatan, tetapi pada akhirnya hidup anak muda akan dihancurkan sehingga masa depan mereka menjadi berantakan.

“Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! –Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.” (Maz 115:11).
Dengan hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka Tuhan akan menjadi perisai bagi anak muda. Dia akan memberi perlindungan terhadap segala tipu muslihat si iblis. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk dapat menghindari akal bulus si iblis. Hanya dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan, maka anak-anak muda dapat tetap aman dalam pergaulan.

2. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Kor 15:33)
Dengan siapa anak muda bergaul, seperti itulah anak muda akan terbentuk. Jika bergaul dengan teman-teman yang pintar, aktif dalam kegiatan positif, takut akan Tuhan dan rajin beribadah, maka anak muda akan ikut menjadi seperti teman-temannya itu.

Tetapi jika anak muda bergaul dengan teman-teman yang mempunyai kebiasaan buruk seperti merokok, bolos, pergaulan bebas, kehidupan malam, perkelahian, pemberontakan terhadap orang tua, pencurian, narkotika dan obatan-obatan; maka tinggal menunggu waktu sampai kebiasaan mereka akan menjadi sama dengan teman-temannya itu.

Memilih teman merupakan hal yang sangat penting bagi anak muda. Bukan berarti anak muda harus sombong dan tidak perlu mengenal orang lain, anak muda tetap perlu bergaul secara luas. Maksud dari teman disini adalah orang lain yang dapat dijadikan sebagai orang yang ditemui hampir setiap hari, orang yang menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati, orang yang dapat mengerti kesukaan, orang yang dapat “nyambung” dalam pembicaraan, orang yang dapat diajak jalan-jalan ke tempat yang disukai dan lainnya. Oleh karena orang itu juga yang akan mempengaruhi kehidupan anak muda, maka penting sekali bagi anak muda untuk “memilih ” dengan siapa ia dapat bergaul.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

MERAIH MASA DEPAN YANG PENUH HARAPAN

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer 29:11)

Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari masalah. Selama kita masih hidup di dunia ini, masalah pasti ada. Ketika kita memutuskan untuk mengikuti Kristus juga bukan berarti kita akan terlepas dari segala masalah. Tetapi kita akan tetap menghadapi berbagai masalah, tentunya dengan cara yang berbeda yaitu dengan mengandalkan Tuhan untuk menyelesaikannya.

Masalah yang kita hadapi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena kesalahan yang kita sendiri lakukan, oleh karena tidak berpikir panjang ketika ingin melakukan sesuatu. Tetapi bisa juga karena pencobaan yang memang Tuhan ijinkan terjadi bagi kita.

Ketika kita tetap berada dalam rencana-Nya, dalam arti kita senantiasa taat kepada firman-Nya, Tuhan tidak pernah merancangkan sesuatu yang jahat atau merancangkan kecelakaan bagi kita. Segala yang terjadi dalam kehidupan kita tetap ada dalam kontrol kuasa Allah. Bahkan sehelai rambut kita-pun Tuhan jaga. (Luk21:18).
Tuhan berfirman bahwa Dia memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan, bukan harapan yang setengah-setengah. Ini merupakan janji yang luar biasa.

Bagaimana supaya kita dapat meraih masa depan yang penuh harapan?
1. Hidup Berkenan kepada Tuhan
“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (Maz 37:24)
Tuntutan kehidupan sosial yang ada pada jaman sekarang membuat manusia selalu berusaha agar mereka dapat diterima oleh lingkungannya. Mereka mencari cara agar mereka dapat dihargai keberadaannya oleh orang lain, bahkan sampai dengan menghalalkan cara-cara yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Hidup berkenan kepada Tuhan berarti bahwa hidup kita senantiasa menyenangkan hati Tuhan. Tuhan tidak menyukai dosa. Firman Tuhan menegaskan bahwa terang tidak dapat bersatu dengan kegelapan. Oleh karena itu marilah kita tinggalkan segala kebiasaan buruk yang membawa diri kita kepada dosa. Kita tidak perlu berusaha menyenangkan hati manusia agar kita dapat diterima oleh mereka. Biarlah kita berusaha mencari kesukaan Allah (Gal 1:10), yaitu senantiasa hidup di dalam firmanNya. Dengan begitu rencana Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dapat digenapi dalam kehidupan kita.

2. Dengar dan Lakukan firman-Nya
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” (Ul 28:1)
Banyak cara yang dilakukan manusia agar mereka mendapatkan kesuksesan dengan cara cepat baik untuk keuangannya, pekerjaan, lingkungan maupun keluarganya. Beberapa cara yang sering dilakukan adalah dengan meminta pendapat dari paranormal, ahli horoskop, bahkan hingga ke dukun. Manusia lebih percaya kepada kata-kata mereka dibandingkan percaya kepada Tuhan.
Tuhan menjamin bahwa jika kita benar-benar mendengarkan suara-Nya dan setia melakukan firman-Nya, maka Dia akan memberkati kehidupan kita. Segala promosi ataupun kenaikan jabatan datangnya dari Tuhan. Dia akan mengangkat kita naik terus dan bukan turun, Dia akan menjadikan kita kepala dan bukan ekor (Ul 28:13). Ini merupakan janji yang luar biasa. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah mendengar suaraNya dan lakukan perintah-Nya, maka Dia akan memberkati kehidupan kita.

Masa depan yang indah bukan hanya milik orang lain, tetapi Tuhan menjamin masa depan kita semua, yaitu umat-Nya. Mari kita raih masa depan kita yang penuh harapan dengan hidup berkenan kepada-Nya. Jangan kompromi dengan dosa. Dengarkan dan lakukan setiap firman-Nya, maka berkat rohani yang berlimpah-limpah akan dicurahkan bagi kita.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

19 Januari 2010

LAKUKAN PERINTAH TUHAN; MUJIZAT AKAN TERJADI

Bacaan diambil dari kitab Lukas 5 : 6 - 7

Mujizat adalah sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia tanpa diduga dan direncanakan sebelumnya. Mujizat dilakukan oleh Tuhan untuk dialami manusia, supaya manusia dapat mengakui kemahakuasaan Tuhan. Mujizat akan terjadi dalam kehidupan manusia, siapapun biasanya dalam situasi yang mendesak yaitu ketika manusia sungguh-sungguh mau mentaati dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
 
Bacaan kita menjelaskan tentang mujizat yang dialami oleh Simon, yaitu menangkap ikan yang banyak sekali. Simon tidak pernah berpikir bahwa ia akan menangkap ikan; apalagi dalam jumlah sangat banyak. Sebab sudah semalaman ia menjala tetapi tidak mendapat seekor pun. Simon hanya melakukan apa yang Yesus perintahkan. Oleh karena Yesus memerintahkan Simon untuk melemparkan jalanya ke air maka Simon melakukannya. Maka mujizat pun terjadi. Simon berhasil menangkap sangat banyak ikan. Mereka tidak kuat menarik jalanya, dan perahunyapun tidak cukup untuk menampungnya, sehingga mereka memanggil teman di perahu lain untuk datang menolong. Akhirnya mereka mengisi kedua perahu itu dengan ikan-ikan yang ditangkap sampai penuh, sehingga perahu hampir tenggelam. Artinya jelas, bahwa kalau seseorang mengalami mujizat dari Tuhan maka hasilnya bukan untuk dinikmati sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada orang lain.

Banyak mujizat yang Tuhan lakukan dalam perahu hidup kita, tetapi kita tidak menyadarinya. Kita telah dipolakan sedemikian rupa sehingga memahami mujizat terbatas pada yang terjadi dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan dilakukan oleh tokoh tertentu. Akibatnya tanpa kita sadari bahwa kita lebih mengagungkan tokoh tersebut daripada Tuhan.

Yakinlah bahwa dalam kondisi yang sangat mendesak, Tuhan akan melakukan mujizat dalam kehidupan kita, jika kita sungguh-sungguh mau melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

SADARI KELEMAHAN DIRI DAN AKUILAH KUASA TUHAN

Bacaan diambil dari kitab Lukas 5 : 8

Tuhan membuat mujizat agar manusia mengenal dan menyembahNya serta menyadari keterbatasannya. Itulah yang terjadi dangan Simon. Ketika Simon melihat banyaknya ikan yang ditangkap, maka ia pun tersungkur di depan kaki Yesus. Simon sujud dan menyembah Yesus.
Dua makna yang tampak di balik sikap tersungkurnya Simon di hadapan Yesus adalah : 1) Simon mengucap syukur karena ternyata pekerjaannya tidak sia-sia. Ia berhasil menangkap ikan dalam jumlah sangat banyak, sehingga bisa dibagikan kepada yang lain. 2) Simon merasa bersalah dan berdosa karena awalnya ia lebih mengandalkan pikiran, pengetahuan dan kekuatannya, sehingga meragukan apa yang Tuhan perintahkan. Simon sadar bahwa dirinya berdosa sehingga ia merasa tidak layak dijumpai oleh Tuhan. Karena itu, ia memohon agar Tuhan pergi daripadanya.
 
Tuhan melakukan dan menyatakan mujizat dalam kehidupan kita agar kita selalu menyadari kelemahan dan keterbatasan kita. Sebab kita adalah manusia berdosa; penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Semua yang kita lakukan akan gagal. Tetapi karena Tuhan berkenan mendatangi kita dan menyatakan mujizat-Nya kepada kita maka kita berhasil dalam pekerjaan. Keberhasilan itu membuat kita harus mengakui kemahakuasaan Tuhan, mengenal-Nya dengan benar dan menyembah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Tantangan kesulitan bisa menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan. Karena itu, dalam setiap rancang bangun masa depan, biarlah kita sadari kelemahan dan keterbatasan kita, serta hanya mengakui kemahakuasaan Tuhan. Jika kita merancang bangun masa depan dan mau melakukan sesuai perintah Tuhan maka mujizat akan terjadi dan semua rancang bangun kita akan berhasil. Itu berarti, tantangan dan kesulitan yang kita hadapi tidak akan mampu menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan sesuai perintah Tuhan.

DITANGAN YESUS, YANG BIASA MENJADI LUAR BIASA

Bacaan diambil dari kitab Yohanes 2 : 9 - 10

Ada hal-hal tertentu yang mustahil bagi manusia, tetapi tidak mustahil bagi Allah. Itulah yang sering kita dengar atau ucapkan. Memang manusia tidak akan pernah mampu menyamakan dirinya dengan Sang Khalik. Itulah yang terjadi pada peristiwa perkawinan di Kana. Anggur pesta telah habis sama sekali. Lalu apa saja yang ada ? hanya enam tempayan air pembasuh kaki. Dalam tradisi masyarakat saat itu, di setiap rumah disediakan tempayan-tempayan berisi air untuk membasuh kaki sebelum seseorang masuk rumah dan untuk membasuh tangan sebelum memerintahkan para pelayan untuk mengisi penuh tempayan-tempayan dengan air. Pekerjaan itu adalah hal yang biasa. Air di tempayan juga adalah hal biasa yang dijumpai dalam kehidupan mereka. Tetapi kemudian apa yang terjadi ?
 
Ketika Yesus memerintahkan para pelayan mencedok dan membawa air itu kepada pemimpin pesta. Ternyata air yang biasa itu telah berubah menjadi air anggur yang terbaik dan setiap orang dapat menikmati anggur itu sampai puas.

Yesus hendak mengajarkan kita,
Pertama: bagi Yesus tidak menjadi anggur yang luar biasa. Tanpa kehadiran Yesus, hidup ini hampa, tak bermakna. Tetapi bila Ia hadir, Ia akan mengisi kekosongan hidup kita dengan hal-hal yang berarti. Bila Yesus hadir dalam hidup kita, Ia akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan kita, sehingga hidup kita berarti. Yesus memberi serta menjadikan hidup kita berkualitas.

Kedua : Yesus mampu melakukan perkara-perkara besar dari hal-hal biasa. Ia juga mau melakukan perkara-perkara besar dalam hidup kita, asal kita memberi tempat bagi-Nya.

03 Januari 2010

ORANG YANG SETIA KEPADA TUHAN DIBERI HORMAT DAN BERKAT

Bacaan diambil dari kitab Daniel 2: 46-49

Karena Daniel dapat menyingkapkan mimpi raja dan maknanya, maka Raja Nebukadnezar menghormati dia dan memuliakan Tuhan serta menganugerahkan banyak pemberian. Selain itu raja juga menjadikan dia penguasa atas seluruh wilayah Babel dan kepala semua orang bijaksana di Babel.

Bagaimanakah kisah ini harus dipahami? Kitab Daniel adalah salah satu kitab suci dari agama Yahudi, oleh sebab itu apa yang dikatakan di sana adalah sesuatu yang dilihat dari sudut pandang Israel sebagai umat Allah, bukan dari sudut pandang bangsa Babel atau raja Nebukadnezar. Lewat kitab Daniel umat Israel bersaksi bahwa Tuhan, Allah Israel, adalah Allah yang Mahatinggi, melebihi allah bangsa-bangsa lain. Karena itu sudah sepatutnyalah semua bangsa mengakui Dia serta memuji dan memuliakan Dia. Hal itulah yang dilakukan oleh raja Nebukadnezar, setelah Daniel bersaksi tentang Tuhan kepadanya.

Berbagai hadiah dan kedudukan penting diberikan oleh raja Nebukadnezar kepada Daniel sebagai wujud penghormatannya kepada Tuhan yang disembah Daniel dan yang telah menyingkapkan rahasia-rahasia kepadanya. Raja mengakui dan menghormati Tuhan, karena Dia-lah Allah yang telah menyingkapkan rahasia mimpi dan maknanya melalui hamba-Nya Daniel.

Yesus berfirman kepada murid-murid-Nya: "Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa" (Yoh.12:26b). Suatu janji yang manis dari Yesus Kristus, yang ditujukan kepada siapa pun yang mau dan setia melayani, yaitu yang mau melakukan kehendak-Nya. Suatu janji yang sudah dibuktikan dalam kesetiaan Daniel dan kawan-kawannya dulu di negeri Babel. Mereka setia kepada Allah, karena itu mereka menjadi berkat bagi raja, lalu raja memuliakan Allah dan menghormati mereka.

ROH KUDUS MENOLONG ORANG DALAM PERUBAHAN

Bacaan diambil dari kitab Mazmur 30: 12 – 13
Sabtu, 14 Nov 2009

Pemazmur sangat menyadari bahwa Tuhanlah yang dapat mengubah segala sesuatu. Tuhan mengubah hidup yang penuh kesedihan menjadi kegirangan. Kesadaran pemazmur bahwa Tuhan adalah sumber perubahan memperlihatkan pemahaman pemazmur akan ketidakterbatasan Tuhan dan keterbatasan kita sebagai manusia ciptaan-Nya. Peran manusia dalam perubahan adalah sebagai perilaku perubahan, bukan sebagai pembuat perubahan. Pengakuan ini seharusnya membuat manusia tidak pernah putus asa kalau ada situasi yang sangat merusak dan menurut hitungan manusia tidak mungkin berubah. Kita percaya Allah yang adalah sumber perubahan itu akan mengubah segala sesuatunya menurut cara dan waktu-Nya. Perubahan yang dilakukan-Nya selalu mengarah kepada yang lebih baik. Karena itu, bila menghadapi situasi yang sangat menakutkan, percayalah bahwa Tuhan sanggup mengubah segala sesuatu menjadi lebih baik. 
 
Tujuan dari tindakan perubahan yang dilakukan oleh Allah adalah supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi Tuhan, supaya hidup orang yang diubahkan tidaklah berdiam diri. Perubahan yang dilakuakn oleh Allah seharusnya membawa orang percaya selalu bersyukur dan menyanyikan mazmur bagi-Nya. Orang yang hidupnya penuh dengan keluh kesah dan cacian, serta melihat hidup orang lain lebih baik dari dirinya adalah orang yang tidak menikmati tindakan perubahan ilahi. Ia tidak akan dapat menyanyikan mazmur bagi Allah. Kalaupun ia menyanyi, itu hanya dari mulutnya saja tetapi tidak dari hatinya.

Nyanyian orang percaya haruslah untuk selama-lamanya. Orang yang menikmati perubahan ilahi akan bernyanyi terus sepanjang hidupnya, baik di kala suka atau duka. Orang yang tidak menikmati perubahan ilahi, nyanyian akan dilakukan pada saat ingat atau hati sedang dingin. Marilah bernyanyi karena Allah selalu melakukan berbagai perubahan dalam hidupmu.

TUHAN AKAN MENTAHIRKAN HATI DAN HIDUP KITA

Bacaan diambil dari  Yehezkiel 36: 33 – 38

Dalam kehidupan peribadahan Israel, salah satu syarat agar seorang yang dianggap telah tercemar bisa kembali beribadah dan mengalami berkat Tuhan adalah jika ia telah dinyatakan tahir oleh iman. Yehezkiel sebagai nabi kultus memakai penggambaran ini untuk Israel. Menurut Yehezkiel, keterasingan Israel di pembuangan adalah akibat kesalahan dan dosa mereka. Kecemaran itu membuat Israel mengalami kehancuran total; kotanya menjadi tanah tandus dan ditinggal sepi tak berpenghuni. Dalam kondisi seperti itu, Israel belum bisa kembali ke tanah aslinya, kecuali setelah dinyatakan tahir. Siapa yang akan mentahirkan Israel? Hanya Tuhan yang dapat mentahirkan Israel, bukan para imam atau umat, karena semuanya telah tercemar. Pada hari-Nya, Tuhan sendiri yang akan mentahirkan Israel sehingga mereka akan kembali ke tanahnya dan membangun kota-kota yang hancur serta menghijaukan kembali tanah yang tandus, seperti taman Eden. Tuhan melakukan hal itu agar bangsa-bangsa lain yang mengejek Israel, akan tercengang dan mengakui kebesaran-Nya. Demikian juga Israel; jika mereka meminta agar Tuhan mau menambah jumlah mereka maka Tuhan pun akan melakukannya. Tuhan akan membuat kota Yerusalem kembali dipenuhi oleh orang-orang yang datang untuk perayaan dan mempersembahkan korban pada pesta-pesta tahunan keagamaan. Maka Israel pun akan mengakui bahwa Tuhanlah yang telah melakukannya.

Firman Tuhan mengingatkan kita agar jangan mencemarkan diri dan hidup kita dengan dosa agar kita tidak hancur. Namun, jika sudah terlanjur, maka sekarang waktunya untuk meminta agar Tuhan mau mentahirkan kita. Hanya dengan cara itu kita akan bisa membangun kembali kehidupan kita dan Tuhan membuat hidup kita bahagia. Rumah tangga, lahan usaha dan anak-anak kita akan dibaharui lagi, itulah kesaksian kita!

JANJI KESELAMATAN

Bacaan diambil dari kitab Hosea 1: 10 – 12

Tuhan sedang melancarkan sebuah janji yang sarat dengan makna keselamatan. Camkanlah bahwa tadinya bangsa ini dipanggil dengan nama "Lo-Ami" yang berarti bukan umat-Ku, sekarang disebut sebagai "Ami" yang berarti umat-Ku. Yang semula dipanggil "Lo-Ruhama" (tidak disayangi), sekarang disebut "Ruhama" yang berarti disayangi dengan penuh rahmat.

Pada suatu ketika, Tuhan dapat murka bila umat-Nya melakukan perbuatan melanggar perintah-Nya. Nabi Hosea harus mengawini Gomer binti Diblaim (seorang pelacur) dan kemudian melahirkan anak. Apakah gambaran seperti ini yang Tuhan inginkan? Terlalu besar dan banyaklah kejahatan yang dilakukan umat-Nya itu? Sebuah kisah yang mengharukan dan memalukan seperti itu, harus dijalani nabi Hosea. Nas ini mengecam setiap tindakan dan perbuatan kita yang tidak cocok dengan kehendak Tuhan. Ketidakpekaan terhadap perintah Tuhan dapat membuat kita jatuh dalam pelbagai pelanggaran. Bagaimana caranya kita kembali kepada Tuhan?


Kuncinya adalah menyesali dan memposisikan diri secara tepat, baik di mata Tuhan maupun di mata sesama. Jika sudah menyadari sedalam-dalamnya, segeralah datang kepada Tuhan, mengakui segala dosa. Carilah Dia dengan penuh kesungguhan maka pasti kita selamat (bd.Amos 5:6). Kesempatan untuk bertobat sekarang tersedia. Kesempatan ini tidak selamanya ada, oleh sebab itu kita harus berhenti dari dosa dan mohon pengampunan-Nya. Tuhan akan kembali menyayangi umat-Nya.

Semua manusia begitu berharga di mata Tuhan sehingga ingin Dia selamatkan. Namun bagaimana caranya? Sekarang waktunya untuk berhenti dari dosa, ikutlah Tuhan dengan sepenuh hati dan taat kepada-Nya. Mintalah kepada Roh Kudus untuk memimpin hidup kita, pasti ada damai dan sejahtera.