Dalam kehidupan peribadahan Israel, salah satu syarat agar seorang yang dianggap telah tercemar bisa kembali beribadah dan mengalami berkat Tuhan adalah jika ia telah dinyatakan tahir oleh iman. Yehezkiel sebagai nabi kultus memakai penggambaran ini untuk Israel. Menurut Yehezkiel, keterasingan Israel di pembuangan adalah akibat kesalahan dan dosa mereka. Kecemaran itu membuat Israel mengalami kehancuran total; kotanya menjadi tanah tandus dan ditinggal sepi tak berpenghuni. Dalam kondisi seperti itu, Israel belum bisa kembali ke tanah aslinya, kecuali setelah dinyatakan tahir. Siapa yang akan mentahirkan Israel? Hanya Tuhan yang dapat mentahirkan Israel, bukan para imam atau umat, karena semuanya telah tercemar. Pada hari-Nya, Tuhan sendiri yang akan mentahirkan Israel sehingga mereka akan kembali ke tanahnya dan membangun kota-kota yang hancur serta menghijaukan kembali tanah yang tandus, seperti taman Eden. Tuhan melakukan hal itu agar bangsa-bangsa lain yang mengejek Israel, akan tercengang dan mengakui kebesaran-Nya. Demikian juga Israel; jika mereka meminta agar Tuhan mau menambah jumlah mereka maka Tuhan pun akan melakukannya. Tuhan akan membuat kota Yerusalem kembali dipenuhi oleh orang-orang yang datang untuk perayaan dan mempersembahkan korban pada pesta-pesta tahunan keagamaan. Maka Israel pun akan mengakui bahwa Tuhanlah yang telah melakukannya.
Firman Tuhan mengingatkan kita agar jangan mencemarkan diri dan hidup kita dengan dosa agar kita tidak hancur. Namun, jika sudah terlanjur, maka sekarang waktunya untuk meminta agar Tuhan mau mentahirkan kita. Hanya dengan cara itu kita akan bisa membangun kembali kehidupan kita dan Tuhan membuat hidup kita bahagia. Rumah tangga, lahan usaha dan anak-anak kita akan dibaharui lagi, itulah kesaksian kita!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar