Tuhan membuat mujizat agar manusia mengenal dan menyembahNya serta menyadari keterbatasannya. Itulah yang terjadi dangan Simon. Ketika Simon melihat banyaknya ikan yang ditangkap, maka ia pun tersungkur di depan kaki Yesus. Simon sujud dan menyembah Yesus.
Dua makna yang tampak di balik sikap tersungkurnya Simon di hadapan Yesus adalah : 1) Simon mengucap syukur karena ternyata pekerjaannya tidak sia-sia. Ia berhasil menangkap ikan dalam jumlah sangat banyak, sehingga bisa dibagikan kepada yang lain. 2) Simon merasa bersalah dan berdosa karena awalnya ia lebih mengandalkan pikiran, pengetahuan dan kekuatannya, sehingga meragukan apa yang Tuhan perintahkan. Simon sadar bahwa dirinya berdosa sehingga ia merasa tidak layak dijumpai oleh Tuhan. Karena itu, ia memohon agar Tuhan pergi daripadanya.
Tuhan melakukan dan menyatakan mujizat dalam kehidupan kita agar kita selalu menyadari kelemahan dan keterbatasan kita. Sebab kita adalah manusia berdosa; penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Semua yang kita lakukan akan gagal. Tetapi karena Tuhan berkenan mendatangi kita dan menyatakan mujizat-Nya kepada kita maka kita berhasil dalam pekerjaan. Keberhasilan itu membuat kita harus mengakui kemahakuasaan Tuhan, mengenal-Nya dengan benar dan menyembah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Tantangan kesulitan bisa menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan. Karena itu, dalam setiap rancang bangun masa depan, biarlah kita sadari kelemahan dan keterbatasan kita, serta hanya mengakui kemahakuasaan Tuhan. Jika kita merancang bangun masa depan dan mau melakukan sesuai perintah Tuhan maka mujizat akan terjadi dan semua rancang bangun kita akan berhasil. Itu berarti, tantangan dan kesulitan yang kita hadapi tidak akan mampu menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan sesuai perintah Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar