06 Maret 2010

BEKERJA MEMBERI BUAH BAGI TUHAN

"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu".(Filipi 1:21-22)

Pengantar :
Setiap orang menginginkan hidup sukses, Kaya, Pintar dan Bahagia di dalam hidupnya, tetapi hanya sedikit orang yang mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk dapat meraih Sukses, Kaya, Pintar dan Bahagia di dalam hidupnya.
Sebenarnya tidak ada alasan yang jelas yang dapat membedakan kehidupan orang percaya kepada Kristus dengan yang bukan kristen. Selain terlihat dari sikap hidupnya sehari-hari dan kontribusi apa yang diberikan kepada dunia melalui pemikiran serta perbuatannya selama hidup di dunia.
Gugatan negara lain kepada bangsa Indonesia yang mengaku sebagai negara beradab, dan beragama sangat wajar. Sebab tidak ada relavansinya bahwa orang Indonesia yang mengaku beragama menjalani nilai-nilai agama secara baik dan benar, melainkan sikap hidupnya lebih buruk dari orang yang tidak beragama.
Gugatan kepada orang-orang Kristen sebenarnya hal wajar juga, sebab banyak orang yang mengaku pengerja, namun pola hidupnya jauh dari nilai-nilai kristiani yang sebenarnya, sebab mereka bukan pekerja keras atau rajin, mereka bukan orang yang tekun, mereka hanya orang muda yang gampang mengeluh, mudah menyerah,  mudah menyalahkan diri sendiri dan orang lain, tidak punya tujuan hidup serta hidup hanya untuk diri sendiri. kalaupun mereka menjadi pengerja, itu hanya simbolis atau hanya gaya hidup, jarang yang meyakini itu adalah Panggilan Tuhan dalam hidupnya untuk menjadi Pelayan yang sungguh-sungguh di masa mudanya.
Kompetisi atau perjuangan hidup dari dahulu tetap sama sampai saat ini yakni; HIDUP ITU SULIT, hanya orang-orang yang memiliki otak atau pengetahuan, memiliki sikap tekun, ulet, semangat juang yang tinggi dan spritualitas hidup yang dapat bertahan. Harus diketahui ketika dunia mengadakan Kompetisi Hidup, seringkali tidak menilai seseorang itu berdasarkan agamanya melainkan berdasarkan; pengetahuan; keahlian dan sikap hidup atau kelakuan yang dimiliki.
Hanya orang-orang yang bertahan hidup di dunia yang dapat menantikan kasih anugerah Surgawi.Sehingga tidak mungkin orang mengaku menerima anugerah Allah namun menyesali hidup serta terus berpikir untuk tidak memberi arti di dalam kehipupannya.
Dunia ini tidak kekurangan orang yang pintar dan berpengetahuan luas, dunia tidak kekurangan orang-orang baik dan dunia juga tidak kekurangan orang-orang yang beragama, namun dunia kekurangan Pemimpin yang mempunyai kapasitas tinggi dan mampu mengimplementasi kepintarannya, kebaikannya serta nilai agamanya untuk membawa dunia ke arah yang lebih baik, maju, beradab, penuh kasih serta rasa takut akan Tuhan.

Eksposisi Filipi 1; 21-22
Pembuktian menunjukan bahwa lebih mudah seorang yang dari mudanya mengenal kasih Tuhan dalam hidupnya dapat lebih lama mempertahankan imannya sampai akhir hidupnya, dibandingkan seseorang yang dimasa tuanya baru merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Pembelajaran akan pengenalan Allah haruslah sampai seumur hidup, kita harus terus menerus mau diperbaharui menuju kesempurnaan bersama dengan Kristus. Hendaknya pengenalan kita memiliki dasar yang teguh kepada Dia,
Pengenalan akan Allah, seharusnya didasari dari awal bahwa kita adalah Orang Berdosa, yang karena kesalahan dosa kita sebagai manusia. Tidak ada cara yang dapat menyucikan kita dari dosa selain Yesus Kristus, Kita harus sadar bahwa sebagai manusia, keinginan kita untuk berbuat dosa, terus menerus menghantui kita sampai napas kita berakhir. Satu hal yang dapat menghalau keinginan dosa itu adalah bila kita memiki hubungan pribadi dengan Allah. Hubungan pribadi ini dapat tercipta bila kita memiliki pengenalan pribadi melalui keinginan terus menerus belajar dan berkarya bagi Allah.
Menjadi pelayan Tuhan merupakan anugerah Allah untuk dapat mengenal lebih dekat dengan Allah dan dapat berakar dalam pengenalan akan Allah itu sendiri. Seringkali kita merasakan jamahan serta kesertaan Allah didalam pelayanan kita.
Dari semua hal yang terindah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, semuanya harus berakhir menjadi ucapan syukur yang terlihat dari cara kita berpikir, berbicara dan bertindak. Sehingga melalui hidup kita , maka keluarga kita, masyarakat, dan dunia tahu akan kehadiran Kristus di tengah-tengah dunia.

Kesimpulan
Menjadi apa Hidup seseorang dimasa tuanya dapat tercermin dari cara hidup dimasa mudanya. Bila seorang dari masa mudanya sudah terlihat akan, cintanya akan Tuhan, kesungguhannya dalam belajar, ketekenunannya akan bekerja keras, semangatnya yang pantang menyerah dan harapannya akan kasih Tuhan, merupakan awal dari gambaran masa Tuanya . Sebab dalam kitab Amsal tertulis "Apa yang kamu Tanam, Itu yang akan kamu Tuai". Anda tidak dapat hanya belajar dan menghapal teori cara berenang bila anda tidak pernah terjun ke air, mencoba berulang kali, sehingga anda bisa menguasai bagaimana cara berenang. Sama halnya dalam kehidupan, iman tanpa perbuatan adalan mati. Manusia tanpa bekerja memberi buah di tengah dunia ini pada dasarnya juga adalah manusia mati.

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar