28 November 2009

MENGHUJAT KEPADA ROH KUDUS ADALAH DOSA KEKAL

Bacalah Markus 3 : 20 - 30

Tugas utama Tuhan Yesus adalah memberitakan Kerajaan Allah atau pemerintahan Allah. Tugas itu dilakukan dengan mengajar dan melakukan mujizat kepada semua orang yang dijumpai-Nya. Kuasa yang mengurapi Tuhan Yesus dalam tugas-Nya adalah Roh Kudus. Tidak aneh jika dikatakan bahwa orang banyak selalu takjub ketika mendengar ajaran dan melihat tanda ajaib yang dilakukan oleh Yesus.

Para ahli Taurat sebagai pengajar Israel tidak memiliki sikap dan tindakan mengajar seperti itu. Karena itu mereka berupaya menghasut orang banyak dengan menuduh yang sembarangan. Dalam bacaan kita tampak bahwa para ahli Taurat menuduh Yesus mempergunakan kuasa Beelzebul (penghulu setan) ketika mengusir setan dari orang yang kerasukan. Ini artinya mereka tidak mengakui kuasa yang mengurapi Yesus dalam melaksanakan tugas-Nya. Tuduhan para ahli Taurat ini, oleh Yesus dinilai sebagai penghujatan kepada Roh Kudus; dan bagi Yesus, itu dosa yang tidak terampuni (ayat 29).

Roh kudus berperan untuk MENGINSAFKAN dunia dan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman" (Yoh.16:8). Peranan-Nya nyata dalam tutur, laku dan tindakan Yesus yang dilanjutkan oleh para Rasul dan kemudian oleh Gereja. Bagaimana seseorang insaf akan dosa-dosanya dan bertobat lalu hidup dalam kebenaran karena sadar akan penghakiman kekal, semua adalah karya Roh Kudus. Jadi kalau tidak insaf, tidak bertobat serta tidak hidup dalam kebenaran, itu sama dengan menolak karya Roh Kudus. Akibatnya tidak akan bebas dari penghakiman dan hukuman kekal. Apalagi menuduh Roh Kudus yang mengurapi Yesus dalam seluruh kata dan tindakan-Nya sebagai roh setan; ‘alama'; bahaya! Nah, supaya kita terhindar dari tindakan menghujat Roh Kudus maka jangan pernah menuduh atau menghujat siapapun, apalagi menghujat Firman yang diberitakan oleh para hamba yang diurapi Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar