28 November 2009

MEMELIHARA IMAN

Bacalah Matius 16: 5-12
 

Alkisah ada suatu desa yang diserang wabah penyakit. Seorang ayah dan ibu beserta anaknya yang masih bayi lari ke hutan menghindari wabah penyakit tersebut. Konon si ayah dan si ibu meninggal dunia dan anaknya yang masih bayi ditemukan oleh seekor orang utan betina. Bayi manusia itu ikut menyusu pada orang utan betina bersama anak-anaknya yang lain. Ketika menjadi besar ia hidup sebagaimana layaknya seekor orang utan. Ia bertelanjang, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, makan segala yang ada di hutan dan tidak dapat berbicara. Lingkungan sangat mempengaruhi bahkan ikut membentuk seseorang, begitu juga pergaulan sehari-hari. "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Kor. 15:33).

Begitulah Tuhan Yesus mengingatkan para murid-Nya supaya berhati-hati terhadap orang Farisi dan Saduki. Ajaran mereka yang tidak mempercayai adanya kebangkitan dapat merusak iman. Iman Kristen bertumpu sepenuhnya pada kebangkitan Kristus. "Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu" (1 Kor.15: 16-17).

Saat ini masih banyak orang yang tidak percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh telah disalibkan dan kemudian bangkit. Dikatakan bahwa yang disalibkan itu bukan Yesus tetapi orang lain. Lebih lanjut diceritakan bahwa Yesus menyingkir ke India dan hidup sampai tua disana. Cerita ini adalah dongeng yang tidak jelas kebenarannya dan lebih daripada itu, bertentangan dengan apa yang tertulis dalam kitab suci. Sebagai pengikut Kristus dewasa ini kita pun harus selalu waspada dan memelihara iman kita supaya tidak terpengaruh ajaran-ajaran yang menyesatkan. Jadilah seperti ikan di laut yang hidup di air yang asin tetapi tidak pernah menjadi asin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar