21 November 2009

DIMANAKAH ENGKAU ?

 Kej 3:9
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

Dialah yang menciptakan kita, menenun hidup kita dalam kandungan ibu kita. Tujuan Allah menciptakan manusia, menciptakan saudara dan saya adalah untuk persekutuan dengan-Nya. Dia menciptakan manusia pertama, Adam dan Hawa, pria dan wanita, untuk persahabatan, persekutuan dengan Dia. Itu saudaraku.

Dosa telah menghancurkannya. Dosa telah membuat kita merasa bersalah, ketakutan, bersembunyi, dan menghindar dari Tuhan. Kita mengeraskan hati. Kita mengatakan, nanti saja, kapan-kapan saja untuk berbalik kepada Tuhan.

Tapi saat ini juga Tuhan melangkah, berinisiatif mencari saudara dan saya. Sejauh-jauhnya saudara melarikan diri dari Tuhan, saudara masih bisa mendengarkan suara langkah Tuhan dari persembunyian saudara. Kita tidak bisa menyangkal itu. Suara langkah Tuhan akan tetap terdengar di hati saudara, walau saudara ketakutan. Dia yang berinisiatif, bukan saudara.

"Di manakah engkau? Aku mencari engkau. Aku merindukan suara kamu. Dulu kamu pernah mengatakan Cinta kepadaKu. Aku ingin mendengar suaramu lagi. Ayolah, keluarlah dari persembunyianmu." Begitu suara Tuhan mencari saudara, menanti jawaban saudara dengan penuh harap, hingga hari ini.

Dalam persembunyian kita, kita mencoba menolak suara itu. Kita sadar kita kotor, kita telanjang.

Tapi Tuhan kita penuh cinta kasih. Yang ditunggunya adalah kita keluar dari persembunyian kita dan mengatakan: "Ini aku Tuhan, aku malu, aku berdosa, aku telanjang, aku kotor Tuhan."

Saudaraku yang kukasihi, pada saat itu juga, Tuhan akan merangkul saudara. Darah Yesus, akan menyucikan hati kita. Dia menyediakan pengampunan, dan penyucian. Dunia ini tidak akan memberikan kebahagian sejati, hanya Tuhan yang bisa memberikannya.

Hubungan dengan Tuhan adalah hubungan personal. Tidak dibatasi oleh hirarki gereja. Tuhan tidak peduli, apakah saudara jemaat biasa, simpatisan, diaken, pendeta, majelis, bahkan jemaat baru. Atau saudara sekarang berada di jurang perbatasan neraka dan sorga. Dia peduli dengan pribadi saudara. Itulah alasan Dia menciptakan saudara, dan memberi nafas hidup-Nya bagi saudara.

Ini waktunya berbalik pada Tuhan. Ini waktunya kembali ke jalan Tuhan. Jalan Tuhan adalah yang terindah buat saudara. Tidak ada rancangan celaka disitu.

Ketika Tuhan mencari saudara, memanggil namamu, dan berseru: "Di manakah engkau?". Keluarlah dari persembunyian, dan katakan: "ini, aku Tuhan. aku disini. Tolong aku. ampuni aku. pulihkan aku. ". Mata Tuhan akan berbinar-binar melihat saudara. Karena Dia menemukan permataNya yang hilang.

Kiranya menjadi berkat bagi saudara-saudari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar