28 November 2009

MENANG ATAS COBAAN

Bacalah Matius 4: 1-10

Hidup tak pernah sepi dari godaan dan cobaan. Bagaikan gelombang di laut yang selalu bergulung, entah dari mana asalnya. Demikianlah kehidupan, godaan dan cobaan datang silih berganti. Yang satu belum usai tetapi yang lain sudah datang menghadang.

Hidup dekat dengan Tuhan ternyata tak lepas dari godaan dan cobaan. Bahkan semakin dekat dengan Tuhan semakin banyak pula godaan dan cobaan. Iblis tak pernah menyerah. Ia seperti singa yang selalu siap menerkam. Kalau kita lengah sedikit saja iblis segera memangsa kita.

Tidak hanya kita manusia, Yesus pun dicobai iblis. Serangannya bertubi-tubi, tetapi Yesus selalu sigap. Pertama, soal kebutuhan akan makanan (ayat 3). Serangan ini Ia patahkan dengan kekuatan firman Allah(ayat 4). Iblis pun kalah karena hidup manusia tidak bergantung pada hal jasmaniah semata tetapi lebih pada hal yang rohaniah.  
Kedua, soal percaya kepada Allah (ayat`6). Serangan ini pun dipatahkan Yesus. Percaya kepada Allah tidak perlu pembuktian. Iblis kalah lagi.  
Ketiga, soal kenikmatan dunia (ayat`8). Ini pun tak mempan. Yesus tak mau diperhamba oleh kenikmatan dunia. Ia hanya mau menjadi hamba Allah dengan menyembahnya.

Kebutuhan jasmani memang perlu tetapi jangan sampai kita mendewa-dewakan materi sehingga melupakan Allah. Penuhilah kebutuhan jasmani dengan cara-cara yang berkenan kepada Allah. Ia pasti mengaruniakan hidup yang berkelimpahan bagi kita. Sebagaimana Allah telah menyerahkan Putra-Nya bagi kita -Ia juga yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi rela menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:32). Hanya di dalam Dia hidup kita diberkati dan hanya Dia-lah Allah yang patut disembah dan dimuliakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar