19 Januari 2010

LAKUKAN PERINTAH TUHAN; MUJIZAT AKAN TERJADI

Bacaan diambil dari kitab Lukas 5 : 6 - 7

Mujizat adalah sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia tanpa diduga dan direncanakan sebelumnya. Mujizat dilakukan oleh Tuhan untuk dialami manusia, supaya manusia dapat mengakui kemahakuasaan Tuhan. Mujizat akan terjadi dalam kehidupan manusia, siapapun biasanya dalam situasi yang mendesak yaitu ketika manusia sungguh-sungguh mau mentaati dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
 
Bacaan kita menjelaskan tentang mujizat yang dialami oleh Simon, yaitu menangkap ikan yang banyak sekali. Simon tidak pernah berpikir bahwa ia akan menangkap ikan; apalagi dalam jumlah sangat banyak. Sebab sudah semalaman ia menjala tetapi tidak mendapat seekor pun. Simon hanya melakukan apa yang Yesus perintahkan. Oleh karena Yesus memerintahkan Simon untuk melemparkan jalanya ke air maka Simon melakukannya. Maka mujizat pun terjadi. Simon berhasil menangkap sangat banyak ikan. Mereka tidak kuat menarik jalanya, dan perahunyapun tidak cukup untuk menampungnya, sehingga mereka memanggil teman di perahu lain untuk datang menolong. Akhirnya mereka mengisi kedua perahu itu dengan ikan-ikan yang ditangkap sampai penuh, sehingga perahu hampir tenggelam. Artinya jelas, bahwa kalau seseorang mengalami mujizat dari Tuhan maka hasilnya bukan untuk dinikmati sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada orang lain.

Banyak mujizat yang Tuhan lakukan dalam perahu hidup kita, tetapi kita tidak menyadarinya. Kita telah dipolakan sedemikian rupa sehingga memahami mujizat terbatas pada yang terjadi dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan dilakukan oleh tokoh tertentu. Akibatnya tanpa kita sadari bahwa kita lebih mengagungkan tokoh tersebut daripada Tuhan.

Yakinlah bahwa dalam kondisi yang sangat mendesak, Tuhan akan melakukan mujizat dalam kehidupan kita, jika kita sungguh-sungguh mau melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

SADARI KELEMAHAN DIRI DAN AKUILAH KUASA TUHAN

Bacaan diambil dari kitab Lukas 5 : 8

Tuhan membuat mujizat agar manusia mengenal dan menyembahNya serta menyadari keterbatasannya. Itulah yang terjadi dangan Simon. Ketika Simon melihat banyaknya ikan yang ditangkap, maka ia pun tersungkur di depan kaki Yesus. Simon sujud dan menyembah Yesus.
Dua makna yang tampak di balik sikap tersungkurnya Simon di hadapan Yesus adalah : 1) Simon mengucap syukur karena ternyata pekerjaannya tidak sia-sia. Ia berhasil menangkap ikan dalam jumlah sangat banyak, sehingga bisa dibagikan kepada yang lain. 2) Simon merasa bersalah dan berdosa karena awalnya ia lebih mengandalkan pikiran, pengetahuan dan kekuatannya, sehingga meragukan apa yang Tuhan perintahkan. Simon sadar bahwa dirinya berdosa sehingga ia merasa tidak layak dijumpai oleh Tuhan. Karena itu, ia memohon agar Tuhan pergi daripadanya.
 
Tuhan melakukan dan menyatakan mujizat dalam kehidupan kita agar kita selalu menyadari kelemahan dan keterbatasan kita. Sebab kita adalah manusia berdosa; penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Semua yang kita lakukan akan gagal. Tetapi karena Tuhan berkenan mendatangi kita dan menyatakan mujizat-Nya kepada kita maka kita berhasil dalam pekerjaan. Keberhasilan itu membuat kita harus mengakui kemahakuasaan Tuhan, mengenal-Nya dengan benar dan menyembah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Tantangan kesulitan bisa menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan. Karena itu, dalam setiap rancang bangun masa depan, biarlah kita sadari kelemahan dan keterbatasan kita, serta hanya mengakui kemahakuasaan Tuhan. Jika kita merancang bangun masa depan dan mau melakukan sesuai perintah Tuhan maka mujizat akan terjadi dan semua rancang bangun kita akan berhasil. Itu berarti, tantangan dan kesulitan yang kita hadapi tidak akan mampu menggagalkan setiap rancang bangun yang kita lakukan sesuai perintah Tuhan.

DITANGAN YESUS, YANG BIASA MENJADI LUAR BIASA

Bacaan diambil dari kitab Yohanes 2 : 9 - 10

Ada hal-hal tertentu yang mustahil bagi manusia, tetapi tidak mustahil bagi Allah. Itulah yang sering kita dengar atau ucapkan. Memang manusia tidak akan pernah mampu menyamakan dirinya dengan Sang Khalik. Itulah yang terjadi pada peristiwa perkawinan di Kana. Anggur pesta telah habis sama sekali. Lalu apa saja yang ada ? hanya enam tempayan air pembasuh kaki. Dalam tradisi masyarakat saat itu, di setiap rumah disediakan tempayan-tempayan berisi air untuk membasuh kaki sebelum seseorang masuk rumah dan untuk membasuh tangan sebelum memerintahkan para pelayan untuk mengisi penuh tempayan-tempayan dengan air. Pekerjaan itu adalah hal yang biasa. Air di tempayan juga adalah hal biasa yang dijumpai dalam kehidupan mereka. Tetapi kemudian apa yang terjadi ?
 
Ketika Yesus memerintahkan para pelayan mencedok dan membawa air itu kepada pemimpin pesta. Ternyata air yang biasa itu telah berubah menjadi air anggur yang terbaik dan setiap orang dapat menikmati anggur itu sampai puas.

Yesus hendak mengajarkan kita,
Pertama: bagi Yesus tidak menjadi anggur yang luar biasa. Tanpa kehadiran Yesus, hidup ini hampa, tak bermakna. Tetapi bila Ia hadir, Ia akan mengisi kekosongan hidup kita dengan hal-hal yang berarti. Bila Yesus hadir dalam hidup kita, Ia akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan kita, sehingga hidup kita berarti. Yesus memberi serta menjadikan hidup kita berkualitas.

Kedua : Yesus mampu melakukan perkara-perkara besar dari hal-hal biasa. Ia juga mau melakukan perkara-perkara besar dalam hidup kita, asal kita memberi tempat bagi-Nya.

03 Januari 2010

ORANG YANG SETIA KEPADA TUHAN DIBERI HORMAT DAN BERKAT

Bacaan diambil dari kitab Daniel 2: 46-49

Karena Daniel dapat menyingkapkan mimpi raja dan maknanya, maka Raja Nebukadnezar menghormati dia dan memuliakan Tuhan serta menganugerahkan banyak pemberian. Selain itu raja juga menjadikan dia penguasa atas seluruh wilayah Babel dan kepala semua orang bijaksana di Babel.

Bagaimanakah kisah ini harus dipahami? Kitab Daniel adalah salah satu kitab suci dari agama Yahudi, oleh sebab itu apa yang dikatakan di sana adalah sesuatu yang dilihat dari sudut pandang Israel sebagai umat Allah, bukan dari sudut pandang bangsa Babel atau raja Nebukadnezar. Lewat kitab Daniel umat Israel bersaksi bahwa Tuhan, Allah Israel, adalah Allah yang Mahatinggi, melebihi allah bangsa-bangsa lain. Karena itu sudah sepatutnyalah semua bangsa mengakui Dia serta memuji dan memuliakan Dia. Hal itulah yang dilakukan oleh raja Nebukadnezar, setelah Daniel bersaksi tentang Tuhan kepadanya.

Berbagai hadiah dan kedudukan penting diberikan oleh raja Nebukadnezar kepada Daniel sebagai wujud penghormatannya kepada Tuhan yang disembah Daniel dan yang telah menyingkapkan rahasia-rahasia kepadanya. Raja mengakui dan menghormati Tuhan, karena Dia-lah Allah yang telah menyingkapkan rahasia mimpi dan maknanya melalui hamba-Nya Daniel.

Yesus berfirman kepada murid-murid-Nya: "Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa" (Yoh.12:26b). Suatu janji yang manis dari Yesus Kristus, yang ditujukan kepada siapa pun yang mau dan setia melayani, yaitu yang mau melakukan kehendak-Nya. Suatu janji yang sudah dibuktikan dalam kesetiaan Daniel dan kawan-kawannya dulu di negeri Babel. Mereka setia kepada Allah, karena itu mereka menjadi berkat bagi raja, lalu raja memuliakan Allah dan menghormati mereka.

ROH KUDUS MENOLONG ORANG DALAM PERUBAHAN

Bacaan diambil dari kitab Mazmur 30: 12 – 13
Sabtu, 14 Nov 2009

Pemazmur sangat menyadari bahwa Tuhanlah yang dapat mengubah segala sesuatu. Tuhan mengubah hidup yang penuh kesedihan menjadi kegirangan. Kesadaran pemazmur bahwa Tuhan adalah sumber perubahan memperlihatkan pemahaman pemazmur akan ketidakterbatasan Tuhan dan keterbatasan kita sebagai manusia ciptaan-Nya. Peran manusia dalam perubahan adalah sebagai perilaku perubahan, bukan sebagai pembuat perubahan. Pengakuan ini seharusnya membuat manusia tidak pernah putus asa kalau ada situasi yang sangat merusak dan menurut hitungan manusia tidak mungkin berubah. Kita percaya Allah yang adalah sumber perubahan itu akan mengubah segala sesuatunya menurut cara dan waktu-Nya. Perubahan yang dilakukan-Nya selalu mengarah kepada yang lebih baik. Karena itu, bila menghadapi situasi yang sangat menakutkan, percayalah bahwa Tuhan sanggup mengubah segala sesuatu menjadi lebih baik. 
 
Tujuan dari tindakan perubahan yang dilakukan oleh Allah adalah supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi Tuhan, supaya hidup orang yang diubahkan tidaklah berdiam diri. Perubahan yang dilakuakn oleh Allah seharusnya membawa orang percaya selalu bersyukur dan menyanyikan mazmur bagi-Nya. Orang yang hidupnya penuh dengan keluh kesah dan cacian, serta melihat hidup orang lain lebih baik dari dirinya adalah orang yang tidak menikmati tindakan perubahan ilahi. Ia tidak akan dapat menyanyikan mazmur bagi Allah. Kalaupun ia menyanyi, itu hanya dari mulutnya saja tetapi tidak dari hatinya.

Nyanyian orang percaya haruslah untuk selama-lamanya. Orang yang menikmati perubahan ilahi akan bernyanyi terus sepanjang hidupnya, baik di kala suka atau duka. Orang yang tidak menikmati perubahan ilahi, nyanyian akan dilakukan pada saat ingat atau hati sedang dingin. Marilah bernyanyi karena Allah selalu melakukan berbagai perubahan dalam hidupmu.

TUHAN AKAN MENTAHIRKAN HATI DAN HIDUP KITA

Bacaan diambil dari  Yehezkiel 36: 33 – 38

Dalam kehidupan peribadahan Israel, salah satu syarat agar seorang yang dianggap telah tercemar bisa kembali beribadah dan mengalami berkat Tuhan adalah jika ia telah dinyatakan tahir oleh iman. Yehezkiel sebagai nabi kultus memakai penggambaran ini untuk Israel. Menurut Yehezkiel, keterasingan Israel di pembuangan adalah akibat kesalahan dan dosa mereka. Kecemaran itu membuat Israel mengalami kehancuran total; kotanya menjadi tanah tandus dan ditinggal sepi tak berpenghuni. Dalam kondisi seperti itu, Israel belum bisa kembali ke tanah aslinya, kecuali setelah dinyatakan tahir. Siapa yang akan mentahirkan Israel? Hanya Tuhan yang dapat mentahirkan Israel, bukan para imam atau umat, karena semuanya telah tercemar. Pada hari-Nya, Tuhan sendiri yang akan mentahirkan Israel sehingga mereka akan kembali ke tanahnya dan membangun kota-kota yang hancur serta menghijaukan kembali tanah yang tandus, seperti taman Eden. Tuhan melakukan hal itu agar bangsa-bangsa lain yang mengejek Israel, akan tercengang dan mengakui kebesaran-Nya. Demikian juga Israel; jika mereka meminta agar Tuhan mau menambah jumlah mereka maka Tuhan pun akan melakukannya. Tuhan akan membuat kota Yerusalem kembali dipenuhi oleh orang-orang yang datang untuk perayaan dan mempersembahkan korban pada pesta-pesta tahunan keagamaan. Maka Israel pun akan mengakui bahwa Tuhanlah yang telah melakukannya.

Firman Tuhan mengingatkan kita agar jangan mencemarkan diri dan hidup kita dengan dosa agar kita tidak hancur. Namun, jika sudah terlanjur, maka sekarang waktunya untuk meminta agar Tuhan mau mentahirkan kita. Hanya dengan cara itu kita akan bisa membangun kembali kehidupan kita dan Tuhan membuat hidup kita bahagia. Rumah tangga, lahan usaha dan anak-anak kita akan dibaharui lagi, itulah kesaksian kita!

JANJI KESELAMATAN

Bacaan diambil dari kitab Hosea 1: 10 – 12

Tuhan sedang melancarkan sebuah janji yang sarat dengan makna keselamatan. Camkanlah bahwa tadinya bangsa ini dipanggil dengan nama "Lo-Ami" yang berarti bukan umat-Ku, sekarang disebut sebagai "Ami" yang berarti umat-Ku. Yang semula dipanggil "Lo-Ruhama" (tidak disayangi), sekarang disebut "Ruhama" yang berarti disayangi dengan penuh rahmat.

Pada suatu ketika, Tuhan dapat murka bila umat-Nya melakukan perbuatan melanggar perintah-Nya. Nabi Hosea harus mengawini Gomer binti Diblaim (seorang pelacur) dan kemudian melahirkan anak. Apakah gambaran seperti ini yang Tuhan inginkan? Terlalu besar dan banyaklah kejahatan yang dilakukan umat-Nya itu? Sebuah kisah yang mengharukan dan memalukan seperti itu, harus dijalani nabi Hosea. Nas ini mengecam setiap tindakan dan perbuatan kita yang tidak cocok dengan kehendak Tuhan. Ketidakpekaan terhadap perintah Tuhan dapat membuat kita jatuh dalam pelbagai pelanggaran. Bagaimana caranya kita kembali kepada Tuhan?


Kuncinya adalah menyesali dan memposisikan diri secara tepat, baik di mata Tuhan maupun di mata sesama. Jika sudah menyadari sedalam-dalamnya, segeralah datang kepada Tuhan, mengakui segala dosa. Carilah Dia dengan penuh kesungguhan maka pasti kita selamat (bd.Amos 5:6). Kesempatan untuk bertobat sekarang tersedia. Kesempatan ini tidak selamanya ada, oleh sebab itu kita harus berhenti dari dosa dan mohon pengampunan-Nya. Tuhan akan kembali menyayangi umat-Nya.

Semua manusia begitu berharga di mata Tuhan sehingga ingin Dia selamatkan. Namun bagaimana caranya? Sekarang waktunya untuk berhenti dari dosa, ikutlah Tuhan dengan sepenuh hati dan taat kepada-Nya. Mintalah kepada Roh Kudus untuk memimpin hidup kita, pasti ada damai dan sejahtera.