Oleh: Ricky Joyner, Morning Star Publishing-USA
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian.. dan buatlah segala tindakan kami berhasil. Ya, buatlah segala tindakan kami berhasil..Mazmur 90:12-NLT
Keinginan banyak orang adalah untuk hidup dalam suatu kehidupan yang berarti. Itu merupakan suatu keinginan yang benar dan ilahi. Itulah yang menjadi permohonan Musa dalam doa di atas. Dia memulai doanya dengan meminta hikmat untuk dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Banyak hal yang terhilang dalam hidup ini dapat dipulihkan kembali; tetapi waktu yang disia-siakan tidak akan pernah dapat diulang kembali. Begitu matahari terbenam, maka hari itu telah hilang selamanya.
Doa Musa diakhiri dengan, “Buatlah segala tindakan kami berhasil.” Kalimat yang sama diulangi. Mengapa diulangi? Musa tidak memiliki masalah dengan tata bahasa atau daya ingat. Tetapi, pengulangan ini menjadi suatu gaya penulisan dalam berbagai tulisan orang Ibrani. Pengulangan tersebut merupakan suatu bentuk dari penekanan. Dalam bahasa Inggris, ketika kita hendak menekankan pentingnya suatu kata atau kalimat, kita memiliki beberapa cara atau metode. Kita dapat menebalkan kata tersebut, menuliskannya dengan huruf miring, memberinya garis miring, menggunakan huruf besar semua atau menambahkan tanda seru untuk memberi tekanan.
Ini semua adalah cara untuk menarik perhatian pembaca mengenai sesuatu yang sangat penting. Tetapi para penulis Ibrani akan menulis penekanan kata atau kalimat sebanyak dua kali dan itu dilakukan bukan untuk melebihk-lebihkanny a, karena mereka selalu berhati-hati dengan kata-kata mereka. Kenyataan bahwa kaliamat tersebut diulang dua kali dalam Alkitab menunjukkan bahwa bukan saja merupakan kehendak Tuhan bagi kita untuk berhasil, tetapi juga merupakan hasrat Tuhan untuk kita berhasil. Dialah yang telah menempatkan penekanan itu.
Kita diciptakan untuk menjadi berhasil. Tuhan mengingikan hidup kita menjadi suatu kehidupan yang berarti! Tuhanlah yang pertama kali memiliki hasrat itu, bukan kita. Dia membuat hasrat-Nya diketahui melalui Alkitab. Saya akan menyebutkan dua contoh dari hal tersebut: ”Tuhan Allahmu akan membuat engkau berhasil dalam segala hal yang engkau lalukan (Ulangan 30:9-NTL). Perhatikan kata segala hal, bukan beberapa hal! Sekali lagi kita membaca:”Jangalah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkalah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8).
Dibutuhkan hikmat ilahi untuk menikmati keberhasilan. Alkitab menyatakan: ”Siapa yang mengasihi hikmat mengasihi dirinya sendiri dan akan menjadi berhasil (Amsal 19:8-TLB). Hikmat memberi kita pengetahuan dan kemampuan untuk membuat keputusan yang benar pada saat yang tepat. Hikmat yang sejati tidak akan diberikan kepada mereka yang memiliki pikiran yang tajam; tetapi hikmat itu diberikan kepada mereka yang takut akan Tuhan dan berada di dalam Kristus. Untuk membangun suatu kehidupan kekal yang berarti, Anda harus membangunnya melalui hikmat ilahi dan itulah inti dari pesan yang akan disampaikan dalam tulisan ini.
Hikmat menghasilkan keberhasilan, yang mendatangkan kesabaran dan upah: ”Jikalau engkau bijak, kebijakannmu akan memberikan upah kepadamu (Amsal 9:12-NIV). Tuhan tidak hanya menginginkan Anda untuk berhasil, tetapi Dia juga rindu untuk memberikan upah bagi kebijakan anda tersebut. Sekali lagi kita baca: ”Tuhan memperhatikan perbuatan baik yang dilakukan oleh umat-Nya setiap hari dan memberikan kepada mereka upah yang kekal (Mazmur 37:18-TLB)Kenyataan bahwa Tuhan mengingikan kita untuk menjadi berhasil telah dipertegas dalam suatu bagian yang baik dari gereja akhir-akhir ini, seperti yang seharusnya. Tetapi, keberhasilan seringkali dilihat dari sudut pandang masyarakat saja, bukan dari sudut pandang Tuhan. Keberhasilan dilihat melalui mata-mata yang fana, bukan dari yang kekal. Hal ini menciptakan suatu ketidakjelasan dalam pengertian yang menghasilkan pencarian yang sesat.
Jika kita menjadi sesat dalam segala tindakan hidup kita, maka kita akan menerima penghukuman atau mengalami kerugian yang kekal. Jadi sangatlah bijaksana mengambil waktu beberapa saat untuk berusaha menemukan apa yang diinginkan-Nya bagi kita. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar