18 Oktober 2009

Hanya Ada Satu Hakim

Yakobus 4:11, 12;  Mazmur 50:6

Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia” (Yakobus 4:12)?

    Tidak ada gading yang tak retak. Tak ada anak Tuhan yang sempurna. Bahkan yang namanya hamba Tuhan atau pendeta tak luput dari kesalahan. Mungkin pepatah ini tepatlah bila disampaikan kepada semua orang, supaya mereka sadar dan tidak terburu-buru duduk di kursi hakim dan menghakimi mereka.
    Alkitab menyatakan bahwa Hakim itu hanya satu, yaitu Allah. Dan kalau ada pengadilan di setiap negara, maka bisalah dikatakan bahwa mereka adalah wakil Allah. Tetapi anehnya banyak anak Tuhan yang mau bertindak sebagai hakim. Mereka seolah-olah paling benar, dan saudara-saudaranya adalah pesakitan dan terdakwa. Anda tentu ingat beberapa waktu lalu diberitakan kejatuhan seorang hamba Tuhan terkenal dengan buku-bukunya yang banyak beredar di Indonesia, namun terjatuh dalam dosa seksual. Apa tanggapan orang? Beragam. Ada yang sedih, kecewa, bahkan tidak sedikit yang menghakiminya dan mencelanya habis-habisan.
    Saudara, kalau ada saudara kita yang jatuh, maka adalah tugas kita untuk meluruskannya kembali dan berdoa supaya Allah memulihkannya. Jangan menjadi hakim dan menjatuhkan vonis hukuman. Allah adalah Hakim. Dia akan menghakimi di antara umat-Nya.
    Gereja adalah persekutuan orang benar yang seharusnya saling melindungi dan menjaga. Bila ada satu yang sakit, maka seluruhnya ikut merasakan. Bila ada satu yang menderita, maka kita semua ikut merasakannya. Kalau ada kesalahan dari anak Tuhan, maka kita juga ikut sedih dan berdoa supaya Allah meluruskan jalannya. Bukannya malahan beritanya dihembuskan ke mana-mana sehingga setiap orang mendengar dan tahu. Denominasi boleh bereda; merk gereja boleh tidak sama; bahkan doktrin boleh tidak beragam; tetapi yang namanya kesatuan dan persaudaraan harus dijaga. Jangan cuma bisa mencela! Jangan cuma bisa mengkritik saja. Jangan cuma bisa berkoar-koar. Ayo berdoalah supaya tidak satu pun jiwa yang terhilang dalam bilangan Kerajaan Allah.

Renungan:
    Sekarang cobalah Anda mengingat kembali rekan-rekan kita yang saat ini sedang berada di jalur yang salah. Daripada mencelanya, sebaiknya Anda bertelut dan berdoa bagi rekan Anda itu. Milikilah hati yang penuh kasih dan pengampunan, supaya nama Allah kita dipermuliakan!

Setan tidak takut gereja besar, tapi yang anggotanya saling bermusuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar