21 November 2009

DIMANAKAH ENGKAU ?

 Kej 3:9
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

Dialah yang menciptakan kita, menenun hidup kita dalam kandungan ibu kita. Tujuan Allah menciptakan manusia, menciptakan saudara dan saya adalah untuk persekutuan dengan-Nya. Dia menciptakan manusia pertama, Adam dan Hawa, pria dan wanita, untuk persahabatan, persekutuan dengan Dia. Itu saudaraku.

Dosa telah menghancurkannya. Dosa telah membuat kita merasa bersalah, ketakutan, bersembunyi, dan menghindar dari Tuhan. Kita mengeraskan hati. Kita mengatakan, nanti saja, kapan-kapan saja untuk berbalik kepada Tuhan.

Tapi saat ini juga Tuhan melangkah, berinisiatif mencari saudara dan saya. Sejauh-jauhnya saudara melarikan diri dari Tuhan, saudara masih bisa mendengarkan suara langkah Tuhan dari persembunyian saudara. Kita tidak bisa menyangkal itu. Suara langkah Tuhan akan tetap terdengar di hati saudara, walau saudara ketakutan. Dia yang berinisiatif, bukan saudara.

"Di manakah engkau? Aku mencari engkau. Aku merindukan suara kamu. Dulu kamu pernah mengatakan Cinta kepadaKu. Aku ingin mendengar suaramu lagi. Ayolah, keluarlah dari persembunyianmu." Begitu suara Tuhan mencari saudara, menanti jawaban saudara dengan penuh harap, hingga hari ini.

Dalam persembunyian kita, kita mencoba menolak suara itu. Kita sadar kita kotor, kita telanjang.

Tapi Tuhan kita penuh cinta kasih. Yang ditunggunya adalah kita keluar dari persembunyian kita dan mengatakan: "Ini aku Tuhan, aku malu, aku berdosa, aku telanjang, aku kotor Tuhan."

Saudaraku yang kukasihi, pada saat itu juga, Tuhan akan merangkul saudara. Darah Yesus, akan menyucikan hati kita. Dia menyediakan pengampunan, dan penyucian. Dunia ini tidak akan memberikan kebahagian sejati, hanya Tuhan yang bisa memberikannya.

Hubungan dengan Tuhan adalah hubungan personal. Tidak dibatasi oleh hirarki gereja. Tuhan tidak peduli, apakah saudara jemaat biasa, simpatisan, diaken, pendeta, majelis, bahkan jemaat baru. Atau saudara sekarang berada di jurang perbatasan neraka dan sorga. Dia peduli dengan pribadi saudara. Itulah alasan Dia menciptakan saudara, dan memberi nafas hidup-Nya bagi saudara.

Ini waktunya berbalik pada Tuhan. Ini waktunya kembali ke jalan Tuhan. Jalan Tuhan adalah yang terindah buat saudara. Tidak ada rancangan celaka disitu.

Ketika Tuhan mencari saudara, memanggil namamu, dan berseru: "Di manakah engkau?". Keluarlah dari persembunyian, dan katakan: "ini, aku Tuhan. aku disini. Tolong aku. ampuni aku. pulihkan aku. ". Mata Tuhan akan berbinar-binar melihat saudara. Karena Dia menemukan permataNya yang hilang.

Kiranya menjadi berkat bagi saudara-saudari.

KIAMAT 2012 ?

Apakah dunia akan kiamat pada tanggal 21 Desember 2012???

JANGAN PERCAYA tapi tetap BERJAGA-JAGA sebab YESUS KRISTUS akan datang kembali di saat yang tidak kita duga.

Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."



Masalah Kiamat atau akhir zaman inipun tidak diketahui oleh Tuhan Yesus Kristus, hanya Allah Bapa di Sorga saja yang tahu tentang hal itu, jadi untuk kita semua tentulah akan menjadi rahasia yang amat besar, namun demikian kita bisa mengetahui, bahwa kita semua ini sudah berada di akhir zaman, hal itu kita ketahui melalui ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT BERJAYA), dan didalam ALKITAB itu telah tertulis dengan amat jelas, bahwa pada saat ini sudah banyak tampil pengejek-pengejek dengan ejekan ejekannya melalui internet atau media lainnya, yaitu orang orang yang hidup menuruti hawa nafsunya (2 Petrus 3:3).

Akan tetapi, saudara saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janjiNYA, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.

Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janjiNYA. Kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Sebab itu, saudara saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNYA, dalam perdamaian dengan DIA.

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan padanya. (2 Petrus 3 : 3 – 15).

Nah, kan sudah ditulis di dalam ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT BERJAYA) dengan amat terperinci. Pelajarilah ALKITAB dengan sungguh sungguh mulai sekarang juga.

Marilah kita renungkan sendiri, nanti pada tanggal 21 Desember 2012 itu posisi bumi kita ini dan Matahari kita akan segaris lurus dengan pusat galaksi Bima sakti hal ini telah diketahui melalui ilmu Astronomi, pada saat itu tentulah medan maknit dari Matahari dan medan maknit bumi akan lebih mudah saling tarik menarik, daripada kalau tidak tepat segaris lurus dengan pusat galaksi Bima Sakti dan pada saat itulah dunia kita ini akan mengalami perubahan yang amat besar.

Menurut tafsiran saya yang bodoh dalam ilmu Astronomi ini, orang orang Uni Soviet, orang orang Amerika dan sekarang orang orang Tionghoa yang di Republik Rakyat Tiongkok sudah mulai bergegas membuat stasiun ruang angkasa agar mereka bisa menghindari kehancuran bumi kita ini, entah itu dengan jalan berpindah ke planet Mars atau planet lainnya yang bisa menunjang kehidupan seperti di bumi kita ini.

Kehidupan yang telah diberikan kepada kita oleh Allah Bapa di Sorga itu sungguh amat baik dan sebenarnya manusia tidak perlu mengeluh, baik itu yang kaya, yang pintar, yang miskin maupun yang bodoh sekalipun.

Cobalah kita perhatikan seekor semut, semut ini sama sekali tidak punya kantor Bank, tidak mempunyai Credit Card bahkan tidak memiliki rumah mewah dan mobil yang hebat hebat, tetapi makanan semut ini selalu ada, karena semut dapat mengetahui bahwa di masa masa tertentu akan timbul paceklik, untuk itulah semut semut ini sudah mempersiapkan banyak makanan di sarangnya jauh sebelum masa paceklik itu tiba.

Kalau kita mau berbuat yang sama, tentulah kita tidak perlu khawatir apa apa tentang kehidupan kita, asal kita mau menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT KITA .

Kita sudah diberi penjelasan oleh Tuhan Yesus, di injil Yohanes 3: 3 „Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah“ dan di Injil Yohanes 14 : 6 juga sudah diberikan konfirmasinya, yaitu kata Yesus kepadanya:“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang, kepada Bapa, kalau tidak melalui AKU“

Dari penjelasan penjelasan yang begitu akurat; bahkan di kitab kitab lain yang kita anggap sucipun tidak pernah dituliskan penjelasan seperti itu, maka kita semua sudah tidak memiliki jalan lain untuk menuju ke Allah Bapa di Sorga, kecuali hanya mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita secara pribadi. Untuk itulah kita harus mau juga melakukan segala sesuatu yang telah difirmankanNYA kepada kita, antara lain yaitu yang ditulis di Injil Markus 16 : 15 – 20.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah IA ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan ALLAH. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda tanda yang menyertainya. Ingatlah juga isi Kitab Yudas 1 : 17 – 25. Saya memang tidak menuliskan isi Firman Tuhan itu, tapi bukalah Alkitab anda dan carilah sendiri agar anda lebih yakin lagi, terima kasih.

Wahyu 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.


Ditulis dan direnungkan oleh:
Ir. H.L. Njoo
Ketua Dewan Pimpinan Komisariat
PDS, Seoul, Republik Korea

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

20 November 2009

JADILAH PELAKU FIRMAN

Yakobus 1:22-25; Ulangan 11:13, 14

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22).

Bagi seorang atlit yang paling menyebalkan bila penonton mengumpat pemainannya yang dianggapnya ia baru saja belajar. Dan yang mengumpat tidak pernah berkaca kalau dirinya sebenarnya tidak mampu melakukan olah raga itu.
  
Tanpa sadar kita juga kadang suka berteriak, bertepuk tangan, dan meloncat, tetapi sebatas sebagai penonton saja. Kita tidak mau menjadi pemain!
  
Saya senang melihat setiap Minggu orang Kristen berduyun-duyun berangkat ke gereja. Tetapi sayang mereka senang beribadah, memuji Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, tetapi setelah itu mereka tidak melakukan firman Tuhan tersebut. Kelakuannya masih saja tidak berubah: tetap liar, binal, dan menyakitkan banyak orang.
  
Beberapa waktu lalu kita mendengar berita heboh mengenai pertobatan seorang mantan paranormal. Setiap bertemu rekan kita bisa memegahkan peristiwa ini. Hebat! Hebat! Tetapi banyak yang tidak menyadari bagaimana orang yang bertobat mengalami penganiayaan dan penderitaan yang luar biasa. Kita bisanya cuma bersukacita dan bertepuk tangan, namun sedikit yang mendukungnya di dalam doa. Lagi pula kalau kita sendiri yang harus bertindak radikal seperti itu belum tentu kita mau. Kita sudah nyaman dan tidak perlu lagi “membahayakan” posisi kita itu. Tugas penginjilan diserahkan saja sama penginjil, kan kita tiap Minggu sudah bayar persembahan?
  
Tuhan memberikan firman-Nya bukan cuma untuk hiasan saja. Semua anak-anak-Nya harus melakukan firman-Nya. Dan itu pasti berisiko. Anda akan membuat daging Anda tidak nyaman. Anda akan membuat daging Anda protes. Dan yang pasti Anda harus keluar dari daerah Anda yang nyaman. Itu kalau Anda melakukan firman Tuhan sungguh-sungguh, yaitu melakukan tugas Tuhan kita: memberitakan Injil. Firman Tuhan berkata, “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu” (Ul. 11:13, 14).
    
Renungan:

Sekarang saatnya kita menjadi pelaku firman. Anda akan terus menjadi orang Kristen yang kalah selama Anda tidak menjadi pelaku firman. Lagi pula Tuhan tidak mencari “penggembira” Kerajaan Allah, tetapi pelaku kehendak Allah.

Satu pelaku firman Tuhan lebih berarti dari seribu pendengar saja.

SEPERTI TIKAMAN PEDANG

Yakobus 3:1-5; Amsal 12:18

“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar” (Yakobus 3:5).
 
Para ilmuwan menemukan bahwa racun dari kulit katak hutan kecil Amerika Selatan lebih beracun dari seluruh racun yang ada. Orang Indian di sana menggunakannya sebagai senjata dengan mengolesinya pada ujung anak panah.
  
Alkitab berkata tentang “benda” yang jauh lebih berbisa dari kulit katak Amerika Selatan tersebut. “Benda” itu adalah lidah. Dengan lidah kita memuji Tuhan, tetapi dengan lidah pula kita dapat mengutuki orang. Dengan lidah kita menghibur teman, tetapi dengan lidah pula kita mencelakakannya. Lidah menempati daerah tersembunyi dan licin, karena itu mudah sekali ia terpeleset.
  
Kalau Anda melihat fenomena musiman yang terjadi setiap tahun, terutama pada musim kemarau, kebakaran hutan terjadi awalnya dimulai dari sepuntung rokok yang dibuang sembarangan. Apa artinya sepuntung rokok? Ia menjadi biang keladi manakala puntung itu jatuh di semak yang kering dan akhirnya menimbulkan api.
  
Tanpa sadar juga lidah kita itu seperti puntung rokok. Kita membuangnya dengan sembarangan – mengucapkan perkataan yang tidak kita pikir sebelumnya. Akhirnya perkataan itu melukai dan menimbulkan percekcokan besar.
  
Salomo berkata dalam salah satu amsalnya, “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (Ams. 12:18).
  
Orang yang tidak menguasai lidahnya dikatakan seperti tikaman pedang. Dan pedang ini bisa menikam ke siapa saja, tidak peduli istri, suami, anak, orang tua, menantu, atau mertua. Kalau Anda mengaku orang Kristen berarti Anda harus menguasai lidah Anda. Sebab Alkitab sendiri menyatakan bahwa anggota tubuh pertama kali yang harus dijinakkan ketika kita menerima Kristus adalah lidah. Sebab menurut Rm. 10:9, keselamatan itu dimulai dari pengakuan melalui mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan. Lidah harus dikendalikan terlebih dahulu!

Renungan:
Sudahkah Anda melatih lidah Anda membagikan berkat dan mengucapkan nada-nada kesembuhan? Atau lidah Anda seperti pedang yang telah melukai banyak orang? Berdoalah kepada Allah supaya lidah Anda seperti perak pilihan yang mendatangkan kesembuhan bagi yang mendengarnya.

Kekanglah lidahmu, kalau tidak ia akan menjadi lebih liar dari kuda liar.

KASIH ITU MEMBERI

Yakobus 2:14-17; 1 Samuel 2:8

“Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu” (Yakobus 2:15, 16)?
 
Menurut konteks di atas Yakobus memberikan pengertian mengenai iman dan perbuatan. Sebab iman tanpa perbuatan itu sia-sia dan tidak berarti. Yang menarik perhatian saya adalah perumpamaan yang dipakai Yakobus. Ia berkata mengenai si kaya dan si miskin.
  
Suatu hari si miskin sedang mengalami hari buruk. Jualannya di pasar tidak laku. Sudah beberapa hari ini ia tidak berhasil menjual satu barang pun di pasar. Bagi dia tidak makan beberapa hari tidak menjadi masalah, namun bagaimana dengan istri dan anak-anaknya yang kecil? Musim dingin sudah semakin dekat dan ia harus pula menyediakan pakaian hangat. Sanak saudara jauh, lalu ke mana ia harus mencari pertolongan?
  
Lalu ia memberanikan diri mengetuk pintu tetangganya yang kaya yang sering mengadakan persekutuan doa di rumahnya. Tok..tok… tok..! Pintu diketuk. Badannya masih gemetaran karena sejak kemarin ia hanya minum air putih. Tak lama kemudian tampaklah wajah tetangganya yang memanjang seperti pepaya. “Ada apa?” Tanyanya singkat.
  
“Tuan, saya membutuhkan pakaian dan makanan. Bisakah tuan memberikannya kepada saya, istri, dan anak-anak saya?”
    Tuan itu menjawab singkat, “Pulang saja dan makanlah yang kenyang dan kenakanlah baju hangat.”
    Brak! Pintu ditutup. Si miskin ini pulang dengan tangan hampa.
  
Versi yang cukup panjang ini mengingatkan kita akan kasih dan perbuatan harus berjalan bersama-sama. Saya menekankan topik ini, karena banyak orang Kristen yang senang memberikan nasihat dan dorongan supaya orang lain mempunyai iman bahwa Tuhan selalu mencukupi, tetapi tidak pernah mau memberikan sebagian hartanya. Dan bantuan yang sering mereka berikan kepada saudaranya adalah “bingkisan doa”. “Pulang saja ke rumah pak ya, nanti saya akan bantu di dalam doa.” Bukankah kita cuma berkata seperti ini tetapi tidak mau memberi?

Renungan:
Kasih itu berkorban dan memberi, bukan teori. Kalau Yesus berkata mengenai kasih, maka Ia membuktikannya dengan kematian-Nya di kayu salib. Bukan sekedar harta yang diberikan, tetapi seluruh hidup-Nya. Bukankah anak-anak-Nya juga wajib berbuat di dalam kasih?

Kasih itu seperti matahari di pagi hari yang menerangi bumi ini dan memberikan kehangatan sepanjang hari.

LEDAKAN IMAN

Yakobus 2:22-26; Yosua 10:12, 13

 “Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yakobus 2:22).
 
Ledakan bom yang dasyat di Legian, Kuta, Bali, 12 Oktober 2002 yang lalu sangat mengagetkan dunia internasional. Pulau Bali yang dikenal turis asing cukup aman ternyata tidak lepas dari sasaran teror bom.  Korban berjatuhan, dan kurang lebih 300  jiwa tewas. Ledakan bom itu berdampak sampai radius 2 km, dan termasuk  jenis bom “high exsplotion,”  dan setelah diteliti ledakan yang hebat ini disebabkan oleh unsur C4. Secara kimiawi unsur ini tidak kelihatan dengan mata telanjang, tetapi ledakan yang ditimbulkan sangat dahsyat.  Di pusat ledakan diperoleh data adanya lubang berdiameter 4 -5 meter dengan kedalaman kurang lebih juga 5 meter.
    
Demikian halnya dengan iman, Tuhan Yesus pernah menyampaikan, “Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai  iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung  ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Mat. 17:20). Biji sesawi itu sangat kecil, jika kita punya iman sebesar itu saja dapat memindahkan gunung, maka iman itu lebih hebat dari ledakan bom dengan bahan C4 atau bahkan yang menggunakan kepala nuklir yang diperkiraan dapat membunuh sekaligus sepertiga penduduk dunia. Bahkan dengan iman Yosua membuktikan dapat menghentikan  matahari (Yos. 10:12,13).
    
Matahari lebih besar daripada bumi, oh haleluya…!  Tetapi  Allah kita sungguh dahsyat, lebih dahsyat dari apa saja sebab Ia memang Maha-Dahsyat. Iman itu berasal dari Allah, biarlah iman itu memenuhi hati kita dan biarlah rohmu menyala-nyala penuh dengan ledakan-ledakan iman dan kemudian bertindak dengan  nyata dengan iman yang kita miliki sebesar apapun.
    
Unsur C4 atau nuklir, jika tetap tersimpan dengan baik dan tidak digunakan, maka hal itu aman-aman saja, tetapi jika digunakan ledakan sangat dahsyat. Demikian halnya dengan iman yang kita miliki, sebesar apapun iman kita jika tidak digunakan atau jika disimpan saja hal itu sia-sia, tidak akan ada ledakan dan kedahsyatan yang dinyatakan dalam hidup kita, karena itu ledakkan iman saudara!

Renungan:
Sebesar apapun iman yang kita miliki, jika kita mau bertindak ledakkannya sangat dahsyat. Ledakkan masalah yang sedang kita hadapi, ledakkan rintangan yang menyelubungi kita, ledakkan sakit penyakit yang sedang menyerang Anda dengan iman.

Ledakan iman sanggup membereskan masalah kita.

14 November 2009

Apakah Atribut - Atribut Allah ? Bagaimanakah Allah Itu ?

Kabar baik bagi kita, dalam kita berusaha menjawab pertanyaan ini, adalah bahwa banyak yang dapat kita ketahui mengenai Allah! Anda yang membaca penjelasan ini mungkin akan lebih jelas kalau Anda membaca seluruh penjelasan ini lebih dahulu dan kemudian mengulangi mempelajari bagian-bagian Alkitab yang disebutkan supaya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas. Referensi-referensi Alkitab mutlak diperlukan karena tanpa otoritas Alkitab apa yang dikatakan di sini tidak lebih dari sekedar opini manusia yang sering salah mengerti Tuhan (Ayub 42:7). Kita tidak pernah dapat mengatakan dengan cukup betapa pentingnya bagi kita untuk mencoba mengerti siapa Tuhan itu! Kegagalan kita mengerti siapa Tuhan akan menyebabkan kita membentuk, mengikuti dan menyembah illah yang salah yang berlawanan dengan kehendakNya (Keluaran 20:3-5).

Kita hanya dapat mengetahui apa yang Allah sendiri ungkapkan. Salah satu dari atribut atau qualitas Allah adalah “terang”, yang artinya hanya Dia sendiri yang dapat mengungkapkan informasi mengenai diriNya (Yesaya 60:19; Yakobus 1:17). Fakta bahwa Allah telah mengungkapkan pengetahuan mengenai diriNya sendiri tidak boleh diabaikan begitu saja, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. (Ibrani 4:1). Ciptaan, Alkitab dan Sang Firman yang telah menjadi daging (Yesus Kristus) akan menolong kita untuk mengenal bagaimanakah Tuhan itu.

Mari kita mulai dengan memahami bahwa Tuhan Allah adalah Pencipta kita dan kita adalah bagian dari ciptaanNya (Kejadian 1:1; Mazmur 24:1). Tuhan berfirman bahwa manusia diciptakan menurut gambarNya. Manusia melampaui segala ciptaan dan diberikan kuasa atas ciptaan lainnya (Kejadian 1:26-28). Ciptaan telah dikotori oleh “kejatuhan” namun tetap memberikan gambaran mengenai karya Tuhan (Kejadian 3:17-18; Roma 1:19-20). Dengan mempertimbangkan luasnya ciptaan Tuhan, kompleksitasnya, keindahan dan keteraturannya, kita dapat membayangkan keluarbiasaan Tuhan.

Beberapa nama Tuhan berikut ini dapat menolong kita dalam usaha kita mengerti seperti apakah Tuhan itu.
Elohim – Yang kuat, illahi (Kejadian 1:1)
Adonai – Tuhan, mengindikasikan hubungan antara Majikan dan hamba (Keluaran 4:10, 13)
El Elyon – Yang Mahatinggi, Yang paling perkasa (Yesaya 14:20)
El Roi – Yang kuat Yang melihat (Kejadian 16:13)
El Shaddai – Allah yang Mahakuasa (Kejadian 17:1)
El Olam – Allah yang kekal (Yesaya 40:28)
Yahweh – TUHAN yang “adalah Aku”, artinya Allah yang berada dengan sendirinya dalam kekekalan (Keluaran 3:13,14)

Mari kita melanjutkan mempelajari atribut-attibut lainnya dari Allah. Allah itu kekal, berarti Dia tidak berawal dan keberadaanNya tidak akan pernah berakhir. Dia kekal, tak terbatas (Ulangan 33:27; Mazmur 90:2; 1 Timotius 1:17). Allah itu tidak berubah, dan ini berarti Allah dapat dipercaya dan diandalkan (Maleakhi 3:6; Bilangan 23:19; Mazmur 102:26, 27). Allah tak terbandingkan, artinya tidak ada satupun yang seperti Dia dalam karya atau keberadaan; Dia tak ada taranya dan sempurna adanya (2 Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 40:25; Matius 5:48). Allah itu melampaui segala pengertian, artinya Dia tidak dapat diselami dan tidak dapat dipahami secara sempurna (Yesaya 40:28; Mazmur 145:3; Roma 11:33,34).

Allah itu adil, artinya Dia tidak membeda-bedakan seorang dengan yang lain (Ulangan 32:4; Mazmur 18:31). Allah Mahakuasa, artinya Dia berkuasa atas segalanya, Dia dapat melakukan apa saja yang dikehendakiNya, namun apa yang dilakukanNya senantiasa sesuai dengan karakterNya (Wahyu 19:6; Yeremia 32:17, 27). Allah Mahahadir, artinya Dia senantiasa hadir dan Dia hadir di mana-mana, namun tidak berarti segalanya adalah Tuhan (Mazmur 139:7-13; Yeremia 23:23). Allah Mahatahu, artinya Dia mengetahui masa dulu, sekarang dan akan datang, bahkan segala yang kita pikirkan. Karena Dia mengetahui segala sesuatu, keadilannya selalu ditegakkan (Mazmur 139:1-5; Amsal 5:21).

Allah itu Esa, artinya bukan saja tidak ada Allah lain, tapi juga berarti hanya Dia yang dapat memenuhi kebutuhan hati kita yang paling dalam, dan hanya Dia satu-satunya yang layak untuk kita sembah dan puja (Ulangan 6:4). Tuhan itu benar adanya, artinya Dia tidak bisa dan tidak akan membiarkan kesalahan. Karena kebenaran dan keadilanNya maka Yesus harus menanggung hukuman Tuhan karena dosa-dosa kita sehingga dosa-dosa kita dapat diampuni (Keluaran 9:27; Matius 27:45-46; Roma 3:21-26).

Allah berdaulat, artinya Dia adalah Pemegang kekuasaan tertinggi. Semua ciptaanNya, sadar atau tidak sadar, tidak dapat merusak rencana-rencanaNya (Mazmur 93:1; 95:3; Yeremia 23:20). Allah itu Roh, artinya Dia tidak kelihatan (Yohanes 1:18, 4:24). Allah adalah Allah Tritunggal, artinya tiga tapi satu, sama secara substansi, setara dalam kuasa dan kemuliaan. Perhatikan bahwa dalam Matius 28:19, dalam bahasa Inggris, “nama” adalah dalam bentuk tunggal sekalipun dipakai untuk tiga pribadi berbeda-“Bapa, Anak, Roh Kudus” (Matius 28:19; Markus 1:9-11). Allah adalah kebenaran, artinya Dia tidak pernah bertentangan dengan diriNya sendiri, dan tidak dapat melakukan yang tidak benar dan tidak berbohong (Mazmur 117:2; 1 Samuel 15:29).

Allah suci, artinya Dia tidak dapat bercampur dengan segala kerusakan moral dan menentang segala yang berdosa. Allah melihat kejahatan dan marah karenanya. Sering kali Alkitab menyebutkan api bersama-sama dengan kesucian. Allah dilukiskan sebagai api yang menghanguskan (Yesaya 6:3; Habakuk 1:13; Keluaran 3:2,4,5; Ibrani 12:29). Allah itu penuh anugrah – hal ini termasuk kebaikan, kemurahan, belas kasihan dan kasih – semua kata ini menggambarkan arti dari kebaikan Tuhan. Kalau bukan karena anugrah Tuhan, segala atribut Tuhan akan membuat kita terpisah daripadaNya. Kita bersyukur bahwa bukan demikian halnya karena Dia ingin mengenal setiap kita secara pribadi (Keluaran 22:27; Mazmur 31:20; 1 Petrus1:3; Yohanes 3:16; 17:3).

Ini adalah suatu usaha yang sederhana untuk menjawab sebuah pertanyaan besar. Kiranya Anda terus bersemangat untuk lebih mengenal Dia (Yeremia 29:13).