14 November 2009

Tidak Mengingat Dosa

Ibrani 8:10-13, Nehemia 9:17b

“Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka” (Ibrani 8:12).

Pernahkah Anda sakit hati oleh orang tua, kakak, adik, saudara atau orang lain? Saya percaya semua pernah disakiti entah itu oleh keluarga sendiri ataupun orang lain. Tapi apakah Anda lalu mengampuninya, terus melupakannya? Sebagaian pasti menjawab, “Ya saya mengampuninya, tapi…….ehem, kalau melupakan sulit bagi saya!”
 
Memang benar untuk melupakan kesalahan orang pada kita tidaklah mudah begitu saja untuk dapat dilupakan, tapi sebagai anak-anak Tuhan, kita harus mampu untuk dapat melakukannya, yaitu mengampuni lalu melupakan! Firman Allah menuliskan, “Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Mrk. 11:26). 
 
Jika Anda berkata, saya mengampuni tapi tidak dapat melupakan berarti sama saja Anda tidak mengampuni. Kita harus dapat atau sanggup untuk melakukannya, karena dosa-dosa kita pun diampuni, bukan hanya diampuni tapi Tuhan Yesus tidak mengingat lagi dosa-dosa kita lagi. Sungguh indah bukan, jika kita sama seperti Tuhan Yesus lakukan?
Jika Anda belum dapat melupakan kesalahan orang lain, lakukanlah hal ini:
1. Doakanlah, jika Anda ingat pada orang yang menyakiti Anda, doakan dan berkati.
2. Lupakan, memang tidak mudah, tapi dengan kekuatan Roh Kudus Anda mampu melakukannya, jika belum
    mampu lakukan lagi terus hingga Anda benar-benar dapat melakukannya.
3. Kasihi dan berbuat baik padanya, hal ini cukup sulit. Tetapi jika Anda ingin sama seperti Yesus, saya
    percaya ada suatu kekuatan yang besar sehingga Anda sanggup untuk mengasihi dan berbuat baik
    padanya.

Renungan:
    Ingatlah bahwa dosa-dosa Anda telah diampuni secara total oleh Allah. Anda tidak perlu ragu dengan apa yang difirmankan-Nya, namun camkan bahwa pengampunan ini terjadi bila Anda juga mengampuni orang yang bersalah kepada Anda. Ingat doa “Bapa Kami”: …..dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami……!

Allah mengampuni manusia yang mau mengampuni.

Solusi Dosa &Kelemahan Kita

Ibrani 9:11-14; Zakharia 3:8

“Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal  yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih  besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia...” (Ibrani 9:11).

    Kondisi orang Israel lemah dan tidak layak di hadapan Allah karena dosa-dosanya diselesaikan oleh Imam Besar mereka. Tetapi sayang sekali Imam Besar mereka adalah manusia yang terbatas. Imam Harun misalnya, ketika dia datang ke hadapan Allah dengan darah binatang, dia berperkara untuk dirinya sendiri dan untuk umat Allah. Hal itu dilakukan berkali-kali dan tidak kekal. Bahkan akhirnya Imam Besar Harun sendiri tidak kuasa melawan maut, dia mati. Yang dilakukan Imam Harun sebenarnya hanya gambaran tentang perkara besar yang akan datang kemudian.
    
Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung kita. Tidak dengan darah binatang Dia datang kepada Allah, tetapi dengan darah-Nya sendiri yang mahal. Hanya satu kali saja untuk selamanya. Dialah wujud sebenarnya dari anugerah penyelamatan dan pembelaan Allah untuk umatNya. Yesus Kristus pernah  mati, tetapi karena tidak ada dosa pada-Nya, maut tidak sanggup menguasaiNya. Melalui kematianNya, iblis yang berkuasa atas maut justru dikalahkan. Kebangkitan adalah bukti kemenangan-Nya.  Perannya sebagai Imam Besar Agung atas kita tidak berhenti, tetapi tetap eksis sampai selama-lamanya.
   
Kita seringkali lemah oleh banyaknya tekanan, seringkali  kita  salah di hadapan Allah dan seringkali kita gagal, terutama gagal di dalam mempercayai Tuhan. Ketidaksempurnaan ini menyebabkan kita selalu memerlukan Imam Besar. Tanpa Imam Besar, mustahil  kita punya kesanggupan untuk berdiri tegak di hadapan-Nya. Tetapi syukur Yesus Kristus telah menjadi Imam Besar Agung kita. Ketika kita bersalah, lemah dan gagal, Imam Besar Agung Yesus Kristus siap untuk menjadi Pembela kita. Ketika iblis, orang di sekeliling kita, atau bahkan ketika  diri kita sendiri menuduh kita dan tidak mengampuni kita... pada saat kita datang kepada Imam Besar Agung Yesus Kritus, maka Dia siap membela kita. Dengan darahNya Dia siap membenarkan kita. Ini adalah anugerah yang hebat!

Renungan:
Apakah Anda sadar telah memiliki Imam Besar Agung yang demikian hebat? Jika kita sadar, tentunya kita tidak akan terus tinggal dalam kegelisahan. Sebesar apapun masalah, tidak akan membuat kita menyerah kalah. Sebesar apaun kesalahan yang terlanjur kita lakukan, tidak akan kita biarkan Iblis terus mempermainkan kita dengan tuduhannya. Tentunya kita akan bangkit dan berseru kepada Yesus Kristus. Kemurahan dan keperkasaan-Nya pasti menguatkan dan melayakkan kita menerima segala kemenangan.   

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

13 November 2009

Meditasi

Mazmur 19:15 menyatakan, “Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan (Inggris: meditasi) hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.” Kalau begitu apa itu meditasi Kristen dan bagaimana seharusnya orang Kristen bermeditasi? Ketika kata “meditasi” digunakan sekarang ini, biasanya terkandung makna mistis di dalamnya. Bagi sebagian orang, meditasi adalah menjernihkan pikiran sambil duduk dalam posisi yang tidak lumrah. Bagi yang lainnya, meditasi adalah berhubungan dengan dunia roh di sekeliling kita. Konsep-konsep semacam ini jelaslah bukan meditasi Kristen.

Meditasi Kristen tidak ada sangkut pautnya dengan praktek-praktek yang memiliki mistisisme Timur sebagai dasarnya. Praktek-praktek itu meliputi lectio divina, meditasi transendental, dan berbagai bentuk yang disebut sebagai “doa kontemplasi.” Semua ini pada intinya adalah premis yang berbahaya bahwa kita perlu “mendengar suara Allah,” bukan melalui Firman-Nya, namun melalui wahyu khusus melalui meditasi. Beberapa gereja dipenuhi dengan orang-orang yang berpikir bahwa mereka mendengar “Firman dari Tuhan,” sering secara berkontradiksi dan akibatnya mengakibatkan perpecahan dalam Tubuh Kristus. Orang-orang Kristen tidak boleh mengabaikan Firman Allah, yang “diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2Timotius 3:16-17). Kalau Alkitab sudah cukup untuk memperlengkapi kita secara menyeluruh untuk setiap perbuatan baik, bagaimana mungkin kia berpikir bahwa kita perlu mencari pengalaman mistis?

Bagi seorang Kristen, meditasi semata-mata hanyalah pada Firman Allah dan apa yang dinyatakan mengenai Dia. Daud memahami hal ini dan menggambarkan bahwa orang yang “berbahagia” adalah orang “yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Mazmur 1:2). Meditasi Kristen yang sejati adalah proses pikiran secara aktif (memikirkan), di mana kita mendedikasikan diri untuk mempelajari Firman Allah, mendoakan, dan meminta Allah memberi kita pengertian melalui Roh yang telah berjanji untuk memimpin kita ke dalam “seluruh kebenaran” (Yohanes 16:13). Kemudian kita menerapkan kebenaran ini, mendedikasikan diri kita kepada Kitab Suci sebagai pedoman hidup dan perbuatan sehari-hari. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan rohani dan kedewasaan dalam hal-hal yang berhubungan dengan Allah sebagaimana kita diajarkan oleh Roh Kudus-Nya. Itulah meditasi Kristen.

Keluarga Kristen

1 Korintus 11:3 berkata, “Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.” Kita tahu bahwa Kristus tidak di bawah Allah, sama seperti wanita tidak di bawah suaminya. Tuhan mengerti bahwa tanpa penundukan diri pada otoritas, tidak ada keteraturan. Tanggung jawab suami sebagai kepala dari rumah tangga ialah mengasihi istrinya seperti tubuhnya sendiri, dalam cara pengorbanan yang sama Kristus mengasihi Gereja (Efesus 5:25-29).

Dalam respon pada kepemimpinan kasih, adalah tidak sulit bagi istri untuk menundukkan diri pada otoritas suaminya (Efesus 5:24, Kolose 3:18). Tanggung jawab utama istri adalah mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup dengan bijaksana dan kudus, dan mengurus rumah (Titus 2:4-5). Wanita secara alami lebih bersifat memelihara daripada pria karena mereka memang diciptakan untuk menjadi pengasuh utama dari bayi anak-anak mereka.

Disiplin dan instruksi adalah bagian integral dari menjadi orang tua. Amsal 13:24 berkata, “Siapa yang menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa yang mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” Anak-anak yang tumbuh tanpa disiplin dalam rumah merasa tidak diinginkan dan tidak berharga. Mereka kurang arah dan kontrol diri, dan seiring dengan bertumbuhnya mereka akan memberontak dan memiliki sedikit dan atau sama sekali tidak memiliki hormat pada otoritas, termasuk otoritas Tuhan. “Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya” (Amsal 19:18).

Pada waktu yang sama, disiplin harus di-imbangi dengan kasih, atau anak dapat tumbuh dalam kebencian, penakut, dan pemberontak (Kolose 3:21). Tuhan mengetahui bahwa disiplin itu menyakitkan ketika terjadi (Ibrani 12:11), tapi jika diikuti dengan instruksi yang mengasihi, itu menjadi luar biasa berharga untuk anak. “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4).

Hal Berpuasa

Alkitab tidak memerintahkan orang-orang Kristen untuk berpuasa. Puasa bukanlah sesuatu yang dituntut atau diminta Allah dari orang-orang Kristen. Pada saat yang sama, Alkitab memperkenalkan puasa sebagai sesuatu yang baik, berguna dan perlu dilakukan. Kitab Kisah Rasul mencatat tentang orang-orang percaya yang berpuasa sebelum mereka mengambil keputusan-keputusan penting (Kisah Rasul 13:4; 14:23). Doa dan puasa sering dihubungkan bersama (Lukas 2:37; 5:33). Terlalu sering fokus dari puasa adalah tidak makan. Seharusnya tujuan dari puasa adalah melepaskan mata kita dari hal-hal duniawi dan berpusat pada Tuhan. Puasa adalah cara untuk mendemonstrasikan kepada Tuhan, dan kepada diri sendiri, bahwa anda serius dalam hubungan anda dengan Tuhan. Puasa menolong anda untuk memperoleh perspektif baru dan memperbaharui ketergantungan pada Tuhan.

Sekalipun di dalam Alkitab puasa selalu berhubungan dengan tidak makan, ada cara-cara lain untuk berpuasa. Apapun yang dapat Anda tinggalkan untuk sementara demi untuk memusatkan perhatian pada Tuhan dengan cara yang lebih baik dapat dianggap sebagai puasa (1 Korintus 7:1-5). Puasa perlu dibatasi waktunya, khususnya puasa makanan. Tidak makan dalam jangka waktu yang panjang dapat merusak tubuh. Puasa bukan untuk menghukum tubuh anda, tapi untuk memusatkan perhatian pada Tuhan. Puasa tidak boleh dianggap sebagai salah satu “metode diet.” Jangan berpuasa untuk menghilangkan berat badan, tapi untuk memperoleh persekutuan yang lebih dalam dengan Allah. Benar, siapa saja bisa berpuasa. Ada orang-orang yang tidak bisa puasa makan (penderita diabetes misalnya), tapi setiap orang dapat untuk sementara meninggalkan sesuatu demi untuk memfokuskan diri pada Tuhan.

Dengan mengalihkan mata dari hal-hal dunia ini, kita dapat memusatkan diri pada Kristus dengan lebih baik. Puasa bukanlah cara untuk membuat Tuhan melakukan apa yang kita inginkan. Puasa mengubah kita, bukan Tuhan. Puasa bukanlah cara untuk kelihatan lebih rohani dibanding orang lain. Puasa harus dilakukan dalam kerendahan hati dan dengan penuh sukacita. Matius 6:16-18 mengatakan, “"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Saksi Yehowah

Sekte yang sekarang ini dikenal sebagai Saksi Yehowah dimulai di Pennsylvania pada tahun 1870 sebagai kelas pelajaran Alkitab yang dimulai oleh Charles Taze Rusell. Russell menamai kelompoknya “Millenial Dawn Bible Study” (Pemahaman Alkitab Fajar Milenial). Charles T. Russell mulai menulis seri buku yang diberi judul “The Millenial Dawn” (Fajar Milenial) yang kemudian dikembangkan menjadi 6 jilid sebelum kematiannya dan mengandung banyak dari teologi yang sekarang ini dipegang oleh Saksi Yehowah. Setelah kematian Russell ditahun 1916, Hakim J. F. Rutherford, sahabat dan penerus Russell, menulis jilid ke tujuh dan terakhir dari seri “Millenial Dawn, yaitu “The Finished Mysteri” pada tahun 1917. The Watchtower Bible and Tract Society (Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal) didirikan pada tahun 1886 dan dengan cepat menjadi wacana yang melaluinya gerakan “Fajar Milenial” mulai membagikan pandangan mereka pada orang-orang lain. Kelompok ini dikenal sebagai “Russelites” (pengikut/kaum Russell) sampai tahun 1931 di mana karena perpecahan dalam organisasi ini namanya diubah menjadi “Saksi-Saksi Yehowah.” Kelompok yang tinggal kemudian dikenal dengan nama “Bible Students” (Siswa-siswa Alkitab).”

Apa yang dipercaya oleh Saksi Yehowah? Mencermati doktrin mereka dalam topik-topik seperti Keillahian Yesus, Keselamatan, Trinitas, Roh Kudus, Penebusan, dll. tanpa diragukan memperlihatkan bahwa mereka tidak percaya pada posisi keKristenan ortodoks dalam subyek-subyek tsb. Saksi Yehowah percaya bahwa Yesus adalah Mikhael, sang penghulu malaikat, ciptaan yang tertinggi. Hal ini bertentangan dengan banyak ayat Alkitab yang dengan jelas mengatakan bahwa Yesus adalah Allah (Yohanes 1:1, 14; 8:58; 10:30). Saksi Yehowah percaya keselamatan diperoleh melalui kombinasi antara iman, perbuatan baik, dan ketaatan. Ini berlawanan dengan begitu banyaknya ayat-ayat Alkitab yang mengatakan bahwa keselamatan diterima dengan iman (Yohanes 3:16; Efesus 2:8-9; Titus 3:5). Saksi Yehowah menolak Trinitas, percaya bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan, dan Roh Kudus pada dasarnya adalah kuasa Allah. Saksi Yehowah menolak konsep penebusan oleh penggantian Kristus dan sebaliknya percaya pada teori pembayaran, kematian Yesus adalah untuk membayar hutang dosa Adam.

Bagaimana kaum Saksi Yehowa dapat membenarkan doktrin-doktrin yang tidak Alkitabiah ini? (1) Mereka mengklaim bahwa gereja dalam kurun waktu berabad-abad telah mengkorup Alkitab, dan (2) mereka menerjemahkan ulang Alkitab dalam versi yang mereka sebut the New World Translation (Terjemahan Dunia Baru). The Watchtower Bible and Tract Society (Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal) mengganti teks Alkitab sesuai dengan doktrin mereka yang salah – dan bukannya mendasarkan doktrin mereka pada apa yang diajarkan Alkitab. The New World Translation (Terjemahan Dunia Baru) telah direvisi berkali-kali karena Saksi Yehowa menemukan lebih banyak lagi ayat-ayat Alkitab yang bertentangan dengan doktrin-doktrin mereka.

Nyata dengan jelas bahwa Saksi Yehowa adalah ajaran sesat yang hanya bersumber dari Alkitab secara sangat luas. The Watchtower (Menara Pengawal) mendasari kepercayaan dan doktrin mereka pada pengajaran asli dan pengajaran yang dikembangkan dari Charles Taze Russell, Hakim Joseph Franklink Rutherford and penerus-penerus mereka. Badan Pimpinan Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal adalah satu-satunya lembaga dalam ajaran sesat ini yang memiliki otoritas untuk menafsirkan Alkitab. Dengan kata lain, apa yang dikatakan oleh Badan Pimpinan ini sehubungan dengan ayat-ayat Alkitab tertentu dianggap sebagai kata terakhir dan pemikiran secara independen tidak diperkenankan. Ini bertentangan langsung dengan nasehat Paulus kepada Timotius (dan juga kepada kita) untuk “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” Nasehat ini ditemukan dalam 2 Timotius 2:15 adalah merupakan instruksi yang jelas dari Allah kepada setiap anak-anakNya secara individu dalam tubuh Kristus untuk menjadi seperti orang-orang Kristen Berea dan menyelidiki Alkitab setiap hari untuk mendapatkan apakah apa yang diajarkan kepada mereka sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan.

Saksi Yehowah patut dipuji untuk “usaha penginjilan” mereka. Barangkali tidak ada kelompok agama yang lebih setia dari Saksi Yehowah dalam menyebarkan berita mereka. Sayangnya berita itu penuh dengan distorsi, tipu muslihat dan doktrin-doktrin yang salah. Kiranya Tuhan membuka mata dari para Saksi Yehowah un tuk melihat kebenaran Injil dan kebenaran pengajaran Firman Allah.

01 November 2009

KELUARGA kRISTEN

"Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranak-cuculah...." (kej 1;28)

Pada suatu hari ada seorang hamba Tuhan terbang dengan satu pesawat dengan seorang yang kelihatannya necis duduk disebelahnya. Orang itu sangat rapi pakai jas dan kelihatannya seperti layaknya seorang hamba Tuhan. Tetapi ketika seorang pramugari datang menawarkan makanan, ia menjawab: "Tidak, tidak. Saya sedang puasa". hamba Tuhan itu berpikir mungkin orang yang duduk di sebelahnya adalah benar-benar seorang hamba Tuhan. Ia memberanikan diri bertanya: "Apakah anda sedang puasa ? Apakah anda orang Methodis, Babtis, Pentakosta, Karismatik, Katholik atau Advent?" Semua pertanyaan itu dijawabnya dengan "Tidak". Orang itu menjawab dengan singkat: "Saya dari gereja setan". Hamba Tuhan itu bertanya: "Siapakah musuh gereja setan?", "Musuh kami adalah keluarga Kristen".

Saudara , setan tahu persis bahwa ada power yang luar biasa di dalam keluarga kristen. Ada rencana Allah yang dasyat di dalam keluarga kristen. Tahukah anda bahwa jika keluarga-keluarga kristen sudah dipulihkan, maka dunia akan dimenangkan. Banyak keluarga hancur karena anggota keluarga terus menerus bertengkar, bercerai dan lain sebagainya ini adalah hasil dari pekerjaan iblis. Tetapi ketika keluarga kristen dipulihkan dan kembali kepada rencana Allah bagi keluarga kristen, maka akan terjadi transformasi Allah di dalamnya sehingga orang lain dapat melihat Allah hidup di dalam keluarga kita. Percayalah bahwa keluarga anda akan menjadi keluarga yang diberkati Tuhan tetapi juga akan menjadi berkat bagi orang lain.

"MANDAT UNTUK MEMERINTAH DUNIA, DIBERIKAN KEPADA ANDA DAN TIDAK KEPADA YANG LAIN"


Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"