09 Oktober 2010

MINTALAH PERTOLONGAN PADA TUHAN

2 Samuel 15 : 30-34

Setiap orang pasti menghadapi persoalan hidup. Sudah menjadi kebiasaan kalau orang menghadapi persoalan hidup, baru datang pada Tuhan. Alasannya, Tuhan sanggup membebaskan persoalan hidup. Setiap hari sudah sepatutnya setiap orang berdoa meminta pertolongan Tuhan, tidak perlu menunggu ada persoalan hidup dulu.
 
Dalam kaitan ini Daud dikejar-kejar oleh kejahatan Absalom yang ingin menduduki Yerusalem. Ia menyingkir ke padang gurun untuk menghindari kejahatan Absalom. Sekalipun Daud harus berjalan mendaki perbukitan dan menyeberangi sungai, namun sebagai raja, Daud berdoa pada Tuhan: "Kiranya Tuhan menggagalkan persekongkolan jahat Absalom dan Ahitofel." Tuhan tidak berdiam diri, dibawanyalah Husai bersama-sama dengan Daud. Sekalipun Daud dengan Husai harus menghadapi persoalan hidup yang diakibatkan oleh kejahatan Absalom dengan Ahitofel.
 
Bila kita menghadapi persoalan hidup, bawalah dalam doa kepada Tuhan. Dengan harapan agar Tuhan membebaskan persoalan hidup kita. Sebagaimana Daud dalam doanya meminta pertolongan Tuhan, yakni membebaskan Daud dari tangan Absalom dan Ahitofel. Apalagi bila Absalom dan Ahitofel akan masuk ke Yerusalem. Oleh sebab itu ketika berhadapan dengan persoalan hidup, sebagai umat Tuhan kita perlu menciptakan kebaikan dalam hidup bersama. Sesungguhnya bukan kejahatan, melainkan kebaikanlah yang harus ditumbuh-kembangkan dalam hidup bersama. Supaya kebaikan menjadi dasar bagi setiap upaya rancang bangun kehidupan bergereja, memasuki masa depan yang lebih baik. Demikianlah, kita sebagai umat-Nya hendaknya menaikkan doa minta pertolongan kepada Tuhan, agar Dia membebaskan segala persoalan hidup ini.

08 Oktober 2010

KUASA KRISTUS MENGALAHKAN KUASA DUNIA

Kisah Rasul 8 : 9-13


Ibadah merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan orang Israel. Mereka dipanggil untuk mewujudkannya dalam ketaatan dan penuh hormat kepada Allah. Akan tetapi apakah dalam kenyataan hidup, mereka telah menunjukkannya? Stefanus mengatakan bahwa orang Israel telah menyimpang dari ibadah yang benar kepada Allah. DI Samaria justru perkembangan agama menjadi lain. Unsur-unsur agama Yahudi telah bercampur dengan agama kafir. Walaupun demikian ada juga orang yang menantikan Mesias sebagaimana yang dijanjikan bagi mereka.

Simon si tukang sihir menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan dirinya sebagai pembebas. Hal itu diperkuat dengan tanda-tanda yang dilakukannya. Apalgi dengan apa yang dibuatnya itu banyak orang bisa menerimanya bahkan menganggapnya memiliki kuasa Allah. Akan tetapi suatu perubahan besar terjadi dengan kehadiran Filipus yang membawa Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang Yesus Kristus, Sang pembebas sejati. Bahwa Kerajaan Allah mencerminkan pemerintahan Allah sebagai pencipta langit dan bumi. Bahwa Yesus Kristus datang sebagai pembebas yang membebaskan manusia dari pembrontakan terhadap kerajaan Allah.

Jalan menuju kepada pertobatan terletak pada pengakuan orang untuk menerima Yesus Kristus. Oleh kasih karunia Allah, pemberitaan Filipus itu telah memikat banyak orang termasuk Simon si Tukang sihir itu.
Pergumulan hidup yang dihadapi terkadang membuat kita mendua hati. Akhirnya kita berada pada jalan yang salah. 

Ingatlah Kristus berkuasa menglahkan kuasa dunia ini. Renungkan kembali kemurnian ibadah saudara apakah saudara taat ataukah menyimpang dari kehendakNya?

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"