2 Samuel 15 : 30-34
Setiap orang pasti menghadapi persoalan hidup. Sudah menjadi kebiasaan kalau orang menghadapi persoalan hidup, baru datang pada Tuhan. Alasannya, Tuhan sanggup membebaskan persoalan hidup. Setiap hari sudah sepatutnya setiap orang berdoa meminta pertolongan Tuhan, tidak perlu menunggu ada persoalan hidup dulu.
Dalam kaitan ini Daud dikejar-kejar oleh kejahatan Absalom yang ingin menduduki Yerusalem. Ia menyingkir ke padang gurun untuk menghindari kejahatan Absalom. Sekalipun Daud harus berjalan mendaki perbukitan dan menyeberangi sungai, namun sebagai raja, Daud berdoa pada Tuhan: "Kiranya Tuhan menggagalkan persekongkolan jahat Absalom dan Ahitofel." Tuhan tidak berdiam diri, dibawanyalah Husai bersama-sama dengan Daud. Sekalipun Daud dengan Husai harus menghadapi persoalan hidup yang diakibatkan oleh kejahatan Absalom dengan Ahitofel.
Bila kita menghadapi persoalan hidup, bawalah dalam doa kepada Tuhan. Dengan harapan agar Tuhan membebaskan persoalan hidup kita. Sebagaimana Daud dalam doanya meminta pertolongan Tuhan, yakni membebaskan Daud dari tangan Absalom dan Ahitofel. Apalagi bila Absalom dan Ahitofel akan masuk ke Yerusalem. Oleh sebab itu ketika berhadapan dengan persoalan hidup, sebagai umat Tuhan kita perlu menciptakan kebaikan dalam hidup bersama. Sesungguhnya bukan kejahatan, melainkan kebaikanlah yang harus ditumbuh-kembangkan dalam hidup bersama. Supaya kebaikan menjadi dasar bagi setiap upaya rancang bangun kehidupan bergereja, memasuki masa depan yang lebih baik. Demikianlah, kita sebagai umat-Nya hendaknya menaikkan doa minta pertolongan kepada Tuhan, agar Dia membebaskan segala persoalan hidup ini.